
Kementerian Sosial saat ini tengah melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut. Menurut Gus Ipul, pola penyalahgunaan yang teridentifikasi cukup beragam. Tidak semua kasus menunjukkan KPM secara langsung bermain judi online.
“Macam-macam, ada yang memang main judol, ada juga dimanfaatkan orang. Lagi kita dalami,” ungkap mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.
Pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan atau bahkan mengeksploitasi para penerima bantuan. Hal ini menambah kompleksitas persoalan dan memerlukan penelusuran lebih cermat untuk memastikan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas penyalahgunaan dana bantuan.
Meski menemukan indikasi penyalahgunaan, pemerintah tidak serta-merta mencabut bantuan tanpa memberikan kesempatan perbaikan. Kementerian Sosial masih membuka peluang bagi KPM yang terindikasi untuk kembali menerima bantuan, dengan sejumlah syarat dan mekanisme yang harus dilalui.
“Tetapi bagi yang dikoreksi pernah main judol, benar masih membutuhkan bansos, kita berikan kesempatan sekali lagi untuk reaktivasi lewat RT, RW, atau pendamping kami,” tegas Gus Ipul.
Editor : Rifki Ramadhan
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















