
Larangan Petasan Tak Efektif
Pemerintah India sebenarnya telah mencoba menekan polusi dengan melarang total pembuatan, penjualan, dan penggunaan petasan di New Delhi pada 2020. Namun, larangan tersebut sulit ditegakkan secara konsisten.
Tahun ini, Mahkamah Agung India hanya memperbolehkan penggunaan petasan “hijau”, yang diklaim menghasilkan emisi lebih rendah. Meski begitu, banyak warga masih menggunakan petasan biasa karena minimnya pengawasan dan penegakan hukum.
“Dari tahun ke tahun, keadaan semakin memburuk,” ujar Anushka Singh, salah satu warga New Delhi.
“Setiap kali Diwali tiba, tenggorokan saya gatal, mata memerah, dan rasanya sakit untuk bernapas,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah India dapat menerapkan kebijakan yang lebih tegas dan efektif, mengingat data polusi udara yang terus menunjukkan tren memburuk setiap tahunnya.
Krisis Udara Terburuk di Dunia
New Delhi selama bertahun-tahun dikenal sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Pada musim dingin, indeks polusi udara di kota tersebut kerap berada pada level “berbahaya” bagi kesehatan manusia.
Organisasi kesehatan internasional berulang kali memperingatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker paru-paru, dan gangguan pernapasan kronis.
Meski festival Diwali merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi India, banyak pakar menyerukan agar perayaan dilakukan dengan lebih ramah lingkungan, tanpa mengorbankan kesehatan publik dan kualitas udara.
“Kemenangan cahaya atas kegelapan seharusnya tidak berarti mengorbankan udara bersih,” tulis seorang aktivis lingkungan di media sosial.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













