
Selain itu, cedera akibat penggunaan berlebihan (overuse injury) seperti plantar fasciitis, shin splint, atau bursitis juga bisa terjadi bila latihan dilakukan tanpa perencanaan.
Tubuh yang ‘kaget’ karena latihan terlalu berat juga bisa membuat motivasi cepat menurun. Karena itu, Maria membagikan beberapa tips aman memulai olahraga bagi orang dengan obesitas agar prosesnya lebih nyaman dan efektif.
- Pilih Olahraga Low-Impact
Langkah paling aman adalah memulai dari olahraga aerobik dengan dampak rendah (low-impact).
Jenis latihan ini tidak memberikan tekanan besar pada sendi, tetapi tetap membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru.
Beberapa pilihan olahraga low-impact antara lain:
- Jalan cepat di permukaan datar
- Bersepeda statis
- Berenang
- Menggunakan elliptical trainer
“Jenis olahraga ini relatif aman bagi sendi karena tidak menimbulkan benturan besar, tetapi tetap efektif meningkatkan kapasitas jantung dan paru,” kata Maria.
- Fokus pada Penguatan Otot
Selain latihan aerobik, penting untuk memperkuat otot tubuh bagian bawah dan core sebagai penopang utama saat bergerak. Latihan dapat dimulai dengan bodyweight exercise sederhana seperti:
- Squat ringan
- Bridge
- Plank modifikasi
“Kalau otot tubuh bagian bawah kuat, beban pada sendi bisa lebih seimbang dan risiko cedera menurun,” tambahnya.
- Perhatikan Frekuensi dan Durasi
Untuk pemula, frekuensi olahraga yang disarankan adalah 3–5 kali per minggu dengan durasi 20–30 menit per sesi. Setelah tubuh mulai beradaptasi, intensitas latihan bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
“Yang penting bukan seberapa cepat hasilnya, tapi bagaimana tubuh beradaptasi dengan aman,” ujar Maria.
- Tambah Latihan Resistensi Setelah Adaptasi
Setelah berolahraga rutin selama 4–8 minggu, dan tubuh mulai terbiasa, latihan dapat ditingkatkan dengan latihan resistensi atau strength training. Namun, tahap ini tetap perlu dilakukan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
“Ingat, olahraga untuk orang obesitas bukan soal siapa paling cepat menurunkan berat badan, melainkan bagaimana membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan,” tutup Maria.
Dengan pendekatan yang aman dan konsisten, olahraga dapat menjadi langkah efektif dan menyenangkan untuk menurunkan berat badan sekaligus meningkatkan kualitas hidup bagi orang dengan obesitas.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















