
“Akibatnya, suplai oksigen ke otak berkurang, dan terjadilah serangan stroke mendadak di pagi hari,” tambahnya.
Kesalahan Umum dalam Mengukur Tekanan Darah
Selain itu, dr Zicky menyoroti bahwa banyak orang masih keliru dalam memeriksa tekanan darah.
“Masalahnya, tekanan darah sering diukur sembarangan, misalnya setelah beraktivitas, terburu-buru, atau saat stres. Padahal pengukuran yang benar harus dilakukan dua kali di waktu berbeda, dalam keadaan tenang dan santai,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemantauan tekanan darah secara rutin sangat penting, terutama bagi mereka yang sudah pernah mengalami stroke, memiliki hipertensi, atau faktor risiko lain seperti obesitas dan diabetes.
Langkah Sederhana untuk Mencegah Stroke Pagi Hari
Untuk menurunkan risiko stroke yang sering terjadi di pagi hari, dr Zicky menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, di antaranya:
- Mencukupi asupan cairan sebelum beraktivitas agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Melakukan peregangan ringan atau jalan kaki singkat setelah bangun tidur untuk membantu menstabilkan tekanan darah.
- Rutin memeriksa tekanan darah, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung.
- Menjaga pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh, serta memperbanyak buah dan sayur.
- Menghindari kebiasaan merokok dan stres berlebih, yang dapat memperburuk kondisi pembuluh darah.
“Stroke itu bisa datang tiba-tiba, bahkan pada orang yang terlihat sehat. Jadi kuncinya adalah mengenali risiko dan menjaga gaya hidup sejak dini,” pungkas dr Zicky.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















