Yerusalem Peringatkan Risiko Robohnya M asjid Al-Aqsa akibat Penggalian Terowongan Israel

Yerusalem
Kompleks Masjid Al-Aqsa dilihat dari udara (Foto: dok. Getty Images/David Silverman)

BOGORTODAY.COM – Otoritas Yerusalem memperingatkan bahaya serius akibat penggalian terowongan bawah tanah yang dilakukan oleh otoritas Israel di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa dan wilayah Kota Tua Yerusalem.

Aktivitas ini dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan struktural hingga potensi robohnya bagian-bagian masjid suci umat Islam tersebut.

Peringatan ini disampaikan oleh Marouf al-Rifai, penasihat Kantor Gubernur Yerusalem, dalam wawancara dengan kantor berita Palestina WAFA pada Kamis (23/10/2025) waktu setempat, seperti dikutip Al Arabiya, Jumat (24/10/2025).

Peringatan Kerusakan Fondasi Masjid Al-Aqsa

Al-Rifai menegaskan bahwa penggalian yang dilakukan Israel di bawah kawasan Masjid Al-Aqsa tidak memiliki dasar ilmiah dan dilakukan tanpa memperhatikan stabilitas tanah di sekitarnya.

“Kami memperingatkan agar Israel tidak melanjutkan penggalian lama dan baru di bawah Masjid Al-Aqsa, khususnya terowongan yang menghubungkan beberapa situs kolonial,” ujar Al-Rifai.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan bersejarah Palestina, termasuk rumah tua dan sekolah kuno di Kota Tua Yerusalem. Lebih jauh lagi, aktivitas penggalian itu berpotensi mengancam stabilitas fondasi Masjid Al-Aqsa.

BACA JUGA :  DPRD Jabar Soroti Polemik Lahan Gunung Salak, Makelar Tanah dan Villa Liar Jadi Sasaran Penertiban

Menurutnya, tindakan tersebut juga melanggar status quo yang selama ini dipegang terkait pengelolaan situs-situs suci di Yerusalem, serta mengindikasikan adanya motif politik di balik proyek penggalian tersebut.

Rencana Pembongkaran Bangunan Palestina

Selain penggalian, Al-Rifai juga mengungkapkan bahwa pasukan Israel menyerbu beberapa gerbang masuk di kawasan sekitar Al-Aqsa dan membagikan perintah pembongkaran terhadap sejumlah bengkel dan pabrik logam serta furnitur milik warga Palestina.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari rencana jangka panjang Israel untuk membangun infrastruktur baru berupa jalan, bundaran, dan jembatan yang menghubungkan persimpangan Anata dengan pos pemeriksaan Hizma.

Israel berusaha menyingkirkan semua bangunan milik warga Palestina di sepanjang rute yang direncanakan, dengan alasan berulang seperti kurangnya izin bangunan atau lokasi yang terlalu dekat dengan tembok pemisah,” kata Al-Rifai.

Pemukim Yahudi Kembali Serbu Kompleks Al-Aqsa

Dalam waktu yang hampir bersamaan, sekelompok pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis (23/10) dengan pengawalan ketat tentara Israel.

Saksi mata melaporkan bahwa puluhan orang memasuki kompleks secara berkelompok dan melakukan apa yang digambarkan sebagai “tur provokatif” di area suci tersebut.

BACA JUGA :  Resep Asam Padeh Tongkol Khas Padang, Kuah Asam Pedas yang Menggugah Selera

Beberapa pekan terakhir, otoritas Israel memperketat pengamanan di gerbang masuk dan sekitar kompleks Al-Aqsa, dengan menambah pasukan polisi serta militer. Langkah ini dilakukan untuk mengawal aksi penyerbuan berulang para pemukim Yahudi yang semakin sering terjadi.

Simbol Sensitif di Tengah Ketegangan Regional

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs tersuci dalam Islam, sekaligus simbol yang sangat sensitif dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Setiap aktivitas penggalian atau upaya perubahan status quo di kawasan ini berpotensi memicu ketegangan besar dan meningkatkan eskalasi di Yerusalem Timur, yang oleh komunitas internasional diakui sebagai wilayah pendudukan.

Al-Rifai menutup peringatannya dengan menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional untuk menghentikan tindakan Israel yang dinilai mengancam warisan sejarah dan keberlangsungan Masjid Al-Aqsa.

“Kehancuran sebagian fondasi Masjid Al-Aqsa bukan hanya kerugian bagi Palestina, tetapi juga bagi seluruh umat Islam dan peradaban dunia,” tegasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================