
Sementara itu dari kacamata teori perubahan sosial, rereongan merupakan upaya menggeser struktur nilai masyarakat dari individualistik ke kolektivistik.
Gerakan sosial ini bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang membangun kembali jembatan sosial yang rusak akibat ketimpangan. Dengan adanya rereongan, solidaritas sosial menjadi praktik keseharian, bukan wacana moral yang gampang menguap.
Menata Manajemen Sosial Gerakan
Tentunya gerakan ini tidak cukup hanya dengan semangat. Sebab sebuah gerakan sosial akan bertahan jika memiliki sistem pengelolaan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Sehingga Rereongan Sapoe Sarebu perlu dikelola sebagai gerakan sosial yang berbasis komunitas dimana masyarakat menjadi subjek, bukan sekadar penyumbang.
Pada bagian ini sekolah dan kampus bisa menjadi pusat edukasi sosial yang menanamkan nilai rereongan sebagai karakter generasi muda.
Sementara pemerintah daerah berperan sebagai penghubung dan pengendali arah, sedangkan komunitas lokal menjadi pelaksana yang menjaga agar rereongan tetap hidup dalam keseharian warga.
Selain itu transparansi pengelolaan dana dan hasil gerakan menjadi syarat mutlak agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Dengan pola seperti ini, rereongan tidak hanya menjadi gerakan amal, tetapi juga menjadi mekanisme sosial baru yang melatih masyarakat untuk mandiri dan saling memberdayakan.
Renaisans Solidaritas dari Tanah Sunda
Jika di Eropa renaisans menandai kebangkitan ilmu dan seni, maka di Jawa Barat renaisans ini adalah kebangkitan solidaritas sosial.
Rereongan Sapoe Sarebu mengajarkan bahwa kebangkitan sejati sebuah masyarakat bukan diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari tumbuhnya rasa saling peduli dan kemampuan menegakkan keadilan sosial.
Dengan adanya gerakan ini, terdapat pesan moral dari Tanah Sunda ke bangsa Indonesia bahwa nilai-nilai luhur tidak boleh hilang ditelan zaman.
Dari seribu rupiah sehari, tumbuh kesadaran besar tentang kemanusiaan bersama. Hal ini merupakan renaisans solidaritas yakni sebuah kebangkitan yang lahir dari kebersahajaan, tetapi mampu mengguncang kesadaran sosial yang lebih luas.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















