
BOGORTODAY.COM – Keramas sering kali terasa merepotkan. Harus meluangkan waktu untuk membasahi rambut, memakai sampo, membilas dua kali, lalu mengeringkan dan menata.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki rambut panjang atau tebal, proses ini bisa memakan waktu lama—tak heran jika banyak yang memilih menunda hari keramas.
Namun, hati-hati. Terlalu jarang mencuci rambut bisa menimbulkan berbagai masalah pada kulit kepala dan mengganggu kesehatan rambut. Menurut para dermatolog, tubuh sebenarnya memberi “sinyal halus” saat rambut sudah waktunya dicuci.
Berikut tanda-tanda rambut Anda sudah butuh keramas, seperti dilansir dari Real Simple:
Baik kulit kepala Anda cenderung kering maupun berminyak, sebum tetap diproduksi setiap hari.
Saat jarang keramas, minyak alami ini menumpuk di kulit kepala dan membuat rambut tampak lepek serta kehilangan kilau alami.
Selain itu, penumpukan minyak juga bisa menimbulkan bau tidak sedap di kulit kepala.
- Kulit Kepala Gatal dan Meradang
Penumpukan sebum tidak hanya membuat rambut tampak berminyak, tapi juga bisa memicu rasa gatal dan peradangan.
Sebum memang berfungsi melembapkan kulit kepala, tapi juga dapat menarik debu dan polutan, menjadi tempat berkembang biaknya bakteri serta jamur.
Akibatnya, kulit kepala terasa perih, bahkan bisa muncul jerawat kecil atau sensasi panas.
- Muncul Ketombe atau Serpihan Putih
Rasa gatal dan lepek sering disertai dengan munculnya ketombe. Jarang mencuci rambut memungkinkan ragi (yeast) tumbuh berlebihan di kulit kepala dan memicu dermatitis seboroik, yang ditandai dengan serpihan putih dan rasa gatal intens.
Jika ketombe tetap muncul meski sudah rutin keramas, gunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione atau ketoconazole.
- Masalah Kulit Kepala Semakin Parah
Bila Anda sudah memiliki masalah kulit kepala seperti ketombe atau peradangan, menunda keramas justru memperburuk kondisinya.
Kotoran dan minyak yang menumpuk bisa memperparah dermatitis seboroik dan membuat pengobatan menjadi kurang efektif.
- Rambut Rontok Lebih Banyak
Ternyata, jarang keramas juga bisa menyebabkan rambut rontok. Sebuah studi pada 2021 menunjukkan bahwa frekuensi mencuci rambut yang terlalu jarang berhubungan dengan peningkatan risiko kerontokan.
Penumpukan minyak, kotoran, dan polusi menyebabkan peradangan di kulit kepala, yang dapat merusak folikel rambut dan membuatnya lebih mudah lepas.
Selain itu, batang rambut yang kotor sulit menyerap kelembapan, sehingga menjadi kering, rapuh, dan mudah patah.
- Rambut Kaku dan Tak Bervolume
Minyak dan sisa produk perawatan rambut seperti kondisioner atau hairspray bisa membuat rambut kehilangan daya angkat alami.
Lapisan silikon dan bahan oklusif yang menumpuk menjadikan rambut tampak berat, kempis, dan susah diatur.
- Merasa Kurang Percaya Diri
Terakhir, efek jarang keramas juga bisa dirasakan secara psikologis.
Rambut yang tampak bersih sering diasosiasikan dengan kebersihan diri dan penampilan yang rapi, sementara rambut kotor bisa menurunkan rasa percaya diri serta menimbulkan kesan negatif saat berinteraksi dengan orang lain.
Menjaga kebersihan rambut bukan hanya soal penampilan, tapi juga kesehatan kulit kepala.
Idealnya, keramas dilakukan 2–3 kali seminggu, tergantung jenis rambut dan aktivitas harian.
Dengan begitu, rambut tetap bersih, segar, dan sehat—tanpa harus takut lepek atau gatal lagi.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















