
Dedi menuturkan, saat ini Pemprov Jabar mulai memperbesar porsi belanja modal dibandingkan belanja barang dan jasa. Ia bahkan meminta BPK untuk turut memeriksa efektivitas belanja modal tersebut.
“Nah, dari situ bisa dilihat apakah uang yang dibelanjakan menghasilkan modal yang benar-benar bermanfaat atau tidak. Misalnya jalan, ya harus bagus hasilnya. Kalau ada pekerjaan tidak sesuai RAB, saya koreksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil audit nantinya dapat diumumkan secara terbuka kepada masyarakat. Ia menegaskan, transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan kas daerah.
“Ini yang menjadi perhatian kami saat bertemu dengan Kepala BPK Jabar. Kami meminta agar hasil audit diumumkan secara terbuka,” ujarnya.
Biasanya, BPK merilis hasil audit sekitar April tahun berikutnya. Namun Dedi berharap, untuk Pemprov Jabar, hasil audit bisa dipublikasikan lebih cepat agar publik mengetahui bagaimana uang daerah dikelola.
“Langkah ini kami ambil agar masyarakat tahu bahwa pengelolaan kas daerah dilakukan secara terbuka. Saya bahkan sering menyampaikan rincian anggaran per item. Ini bagian dari membangun hubungan emosional antara pemerintah dengan rakyat,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















