
Sebab, lanjut Dedie Rachim, jalan yang sudah diperbaiki ini jika dipersempit dengan adanya bangunan ataupun barang yang disimpan di badan jalan, maka akan mengganggu lalu lintas pengguna jalan.
“Jadi kalau kita memberikan peluang mereka untuk berlalu lintas ada pahalanya. Anak sekolah lancar, mau kerja lancar, ke rumah sakit lancar, ke pasar lancar, tapi kalau ditutup dihalangi tentu akan menghambat,” ucapnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan jalan mudah rusak di antaranya karena kondisi beban jalan dan adanya pembongkaran atau aliran air yang menggenang.
Untuk itu pihaknya melakukan rekayasa perbaikan agar jalan ini tidak mudah rusak.
“Selama ini memang ada kegiatan pemeliharaan pipa PDAM Kabupaten. Nah untuk itu kita lakukan rekayasa perbaikan jalan agar lebih kuat. Biar warga juga nyaman dan lancar,” ucapnya.
Selain jalan sepanjang 131 meter yang dikerjakan selama 14 hari kerja, PUPR juga rutin melaksanakan pemeliharaan dengan perbaikan di jalan lingkungan lainnya yang masuk pada jalan skala kota yang menjadi kewenangan PUPR.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















