Pemimpin Hamas Setujui Pengerahan Pasukan Perdamaian PBB di Gaza, Isu Pelucutan Senjata Masih Dibahas

Menuju Pemerintahan Baru dan Pemilu Palestina

Dalam kesempatan yang sama, Al-Hayya menyatakan tidak keberatan jika tokoh-tokoh nasional Palestina yang tinggal di Gaza mengambil alih pemerintahan sementara di wilayah tersebut. Ia menilai langkah itu bisa menjadi awal menuju proses politik yang lebih inklusif.

“Kami ingin maju menuju pemilu sebagai langkah awal untuk memulihkan persatuan nasional Palestina,” ujar Al-Hayya.

Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa Hamas mulai membuka ruang bagi proses politik baru di Palestina setelah lebih dari satu tahun konflik berdarah yang menewaskan puluhan ribu warga Gaza.

Keterlambatan Bantuan dan Krisis Kemanusiaan di Gaza

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Al-Hayya juga menyoroti keterlambatan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Ia menuduh Israel sengaja menahan sebagian besar pasokan bantuan, termasuk bahan makanan dan medis, dengan alasan keamanan.

Gaza membutuhkan 6.000 truk bantuan per hari, bukan hanya 600,” tegasnya.

Menurutnya, situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Ribuan warga masih hidup tanpa listrik, air bersih, dan layanan kesehatan memadai di tengah reruntuhan akibat perang.

Isu Sandera dan Tawanan Palestina

Terkait tawanan Israel yang masih belum dibebaskan, Al-Hayya menegaskan bahwa Hamas terus melakukan pencarian dan penelusuran di sejumlah wilayah Gaza.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

“Kami tidak akan memberi Israel alasan untuk melanjutkan perang dengan dalih mencari sandera,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembebasan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, menyebut perjuangan para tawanan sebagai isu nasional.

“Perjuangan para tawanan adalah perjuangan bangsa. Kami berupaya mengakhiri penderitaan panjang mereka,” kata Al-Hayya.

Langkah Hamas menyetujui pengerahan pasukan perdamaian PBB dipandang sebagai sinyal awal menuju stabilitas politik dan kemanusiaan di Gaza, meskipun isu pelucutan senjata dan pembagian kekuasaan masih menjadi tantangan utama dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================