
BOGORTODAY.COM – Kulit pisang yang terlalu matang biasanya dipenuhi bintik atau bercak hitam. Banyak yang percaya bahwa pisang dengan ciri tersebut mengandung senyawa antikanker.
Klaim ini sempat viral pada tahun 2022 melalui unggahan di Facebook yang menyebut pisang terlalu matang dapat mencegah kanker karena mengandung zat TNF (Tumour Necrosis Factor).
Unggahan itu mengutip penelitian dari Jepang dan menyatakan bahwa TNF dalam pisang matang mampu melawan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Namun benarkah demikian?
Apa itu TNF dan Benarkah Ada di Pisang?
TNF atau Tumour Necrosis Factor merupakan zat yang diproduksi oleh sel darah putih mamalia, bukan tumbuhan.
Menurut National Cancer Institute (AS), TNF berperan dalam menimbulkan peradangan ketika sistem imun bereaksi terhadap infeksi.
Artinya, TNF tidak mungkin terdapat dalam pisang, termasuk pisang yang sudah terlalu matang.
Hal ini ditegaskan oleh Jessada Denduangboripat, dosen biologi di Universitas Chulalongkorn, Thailand. Ia menyatakan bahwa klaim tersebut adalah hoaks lama yang kembali viral.
“TNF tidak ditemukan pada tumbuhan. TNF hanya terdapat pada sistem kekebalan mamalia. Ini adalah hoaks lama yang tidak benar,” tegasnya.
Tinjauan Studi Ilmiah: Tidak Ada Bukti Pisang Terlalu Matang Mencegah Kanker
Faktanya, studi yang sering dikutip dalam unggahan viral justru tidak menganjurkan konsumsi pisang terlalu matang untuk meningkatkan imun.
Penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa pisang matang atau berbintik mampu mencegah kanker.
Selain itu, riset lain yang diterbitkan di Food Science and Technology Research (2019) juga tidak menemukan kaitan antara pisang terlalu matang dengan pencegahan kanker atau penyakit lainnya.
Dengan demikian, klaim bahwa pisang berbintik mengandung senyawa antikanker tidak memiliki dasar ilmiah.
Kandungan Pisang Berbintik: Tinggi Gula dan Pati
Pisang dengan kulit berbintik hitam menandakan tingkat kematangan yang tinggi. Pada kondisi ini:
- Kadar gula meningkat drastis
- Pati mengalami penguraian menjadi gula sederhana
- Tekstur pisang menjadi lebih lembek dan manis
Meski aman dikonsumsi, mengonsumsi pisang terlalu matang secara berlebihan tidak dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga berat badan, karena dapat memicu lonjakan gula darah dan berkontribusi pada obesitas.
Ahli Menyarankan Konsumsi Pisang yang Tidak Terlalu Matang
Para ahli nutrisi merekomendasikan konsumsi pisang dengan kulit kuning cerah dan sedikit hijau. Pisang dengan tingkat kematangan ini:
- Mengandung pati resisten lebih tinggi
- Tidak memiliki gula setinggi pisang berbintik
- Lebih baik untuk kesehatan pencernaan
- Lebih aman untuk pengontrolan gula darah
Pisang tetap merupakan buah bernutrisi, tetapi klaim bahwa pisang berbintik memiliki kemampuan antikanker adalah mitos.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















