
Zona tersebut dianggap sangat berbahaya karena rawan terdampak guguran, lontaran material vulkanik, hingga awan panas guguran.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas serta banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru, terutama saat terjadi hujan deras.
“Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 8 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar,” tambah Liswanto.
Status Gunung Semeru
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih memantau perkembangan aktivitas Semeru secara intensif. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dikenal sebagai gunung berapi aktif dengan potensi erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat di sekitar lereng diimbau terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















