
Namun, dari ratusan tandatangan petisi yang diklaim oleh karyawan, ternyata diduga sebagian besar ada yang ditulis tanpa persetujuan karyawan.
“Nama saya ada di dalam petisi itu. Tapi, saya belum pernah diminta untuk tandatangan atau persetujuan dari yang menggagas petisi. Bahkan, saya tidak tahu siapa yang mengedarkan surat tersebut,” ujar salah seorang karyawan Perumda Tirta Pakuan, Rabu (29/10/2025).
Tak hanya dirinya, banyak juga nama karyawan lain yang merasa tidak dilibatkan atau diajak bicara namun dicantumkan dalam petisi.
“Kalau saya secara pribadi, mau siapapun yang memimpin perusahaan ini asalkan telah melalui mekanisme yang ada, serta tidak melanggar aturan, tentu akan mendukung agar pelayanan perusahaan kepada pelanggan atau masyarakat bisa lebih baik lagi. Sebenarnya, gaya-gaya seperti ini (membuat petisi) tidak diperlukan dalam kondisi sekarang. Serahkan saja kepada Wali Kota Bogor dan jajarannya akan bagaimana Perumda Tirta Pakuan ini ke depannya. Yang terpenting bagi kita sebagai karyawan adalah bekerja maksimal,” papar dia.
Sedangkan, Manager Pelayanan Pelanggan dan Humas Perumda Tirta Pakuan, Sonny Hendarwan saat dikonfirmasi menjelaskan, soal adanya beberapa pemberitaan di media online terkait petisi karyawan, sampai saat ini belum ada arahan untuk bagian Humas dari pimpinan (direksi) dalam menyikapinya.
“Belum bisa bicara banyak. Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan,” singkat Sonny.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















