BOGORTODAY.COM – Tren mencampur kopi dengan minuman berenergi tengah menjadi fenomena baru di kalangan anak muda dan pekerja yang membutuhkan tenaga ekstra.
Perpaduan dua minuman ini dianggap mampu memberikan dorongan energi yang lebih kuat, terutama saat menghadapi deadline, belajar hingga larut malam, atau memulai aktivitas berat.
Di tengah berkembang pesatnya dunia kopi dalam beberapa tahun terakhir, inovasi ini muncul sebagai alternatif “booster” instan. Jika dulu kopi cukup dinikmati dengan susu, gula, atau rempah, kini tren ekstrem ini justru memadukan dua sumber kafein sekaligus.
Namun, di balik sensasi fokus dan segar yang seketika muncul, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa campuran ini menyimpan risiko serius.
Kombinasi kopi dan minuman berenergi dapat memicu berbagai gangguan tubuh, mulai dari efek samping ringan hingga bahaya overdosis kafein.
Berikut lima bahaya utama mencampur kopi dengan minuman berenergi:
- Asupan Kafein Berlipat Ganda
Kopi dan minuman berenergi sama-sama mengandung kafein dalam kadar tinggi. Ketika dikonsumsi bersamaan, total kafein bisa melampaui batas aman harian, yaitu sekitar 400 mg untuk orang dewasa sehat.
Sebagai gambaran, satu cangkir kopi mengandung sekitar 100 mg kafein, sementara satu kaleng minuman berenergi bisa mencapai 150–200 mg. Menggabungkannya berarti tubuh langsung menerima setidaknya setengah dari batas aman harian hanya dalam sekali minum.
Kelebihan kafein dapat memicu:
- jantung berdebar
- tremor
- gangguan pencernaan
- gelisah berlebihan
Bila dilakukan terus-menerus, tubuh bisa mengalami ketergantungan dan menuntut dosis lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang sama.
- Mengganggu Detak Jantung dan Tekanan Darah
Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf. Jika kadarnya terlalu tinggi, efeknya langsung terasa pada sistem kardiovaskular.
Campuran kopi dan minuman berenergi dapat menyebabkan:
- peningkatan detak jantung secara mendadak
- lonjakan tekanan darah
- sesak napas
- rasa gelisah berlebihan
Pada beberapa kasus ekstrem, konsumsi berlebihan bahkan menyebabkan pingsan karena kerja jantung yang terlalu dipaksa.
- Dampak Buruk pada Kesehatan Mental
Kafein yang berlebihan tidak hanya mengganggu tubuh secara fisik tetapi juga mental. Stimulan berlebih dapat memicu:
- kecemasan
- stres
- serangan panik
- sulit fokus
- gangguan tidur
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, kadar hormon stres seperti kortisol dapat meningkat. Hal ini dapat menurunkan imunitas, memperburuk mood, hingga meningkatkan risiko gangguan kecemasan kronis.
- Kandungan Bahan Tambahan yang Memperparah Efek
Minuman berenergi umumnya mengandung gula tinggi, taurin, serta guarana—zat yang dapat meningkatkan efek stimulasi pada tubuh. Campuran kopi dengan minuman berenergi membuat lonjakan energi yang instan namun mudah jatuh, memicu sugar crash yang membuat tubuh mendadak lemas.
Guarana sendiri mengandung kafein tambahan yang sering kali tidak disadari konsumen. Akumulasi zat ini memperberat kerja jantung, hati, dan ginjal.
- Meningkatkan Risiko Dehidrasi
Kafein bersifat diuretik, membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Ketika dua minuman kaya kafein dikonsumsi bersama, risiko dehidrasi meningkat signifikan.
Kondisi ini dapat menimbulkan:
- kelelahan
- pusing
- konsentrasi menurun
- kram otot
Dehidrasi makin parah jika minuman ini dikonsumsi sebelum atau sesudah aktivitas fisik berat.
Campuran kopi dan minuman berenergi mungkin menawarkan sensasi boost instan, tetapi risikonya tidak sebanding dengan manfaat sesaat yang diberikan. Overdosis kafein, gangguan jantung, hingga dampak mental adalah ancaman nyata, terutama jika dikonsumsi tanpa kontrol.
Jika ingin meningkatkan energi, pilihlah cara yang lebih aman seperti istirahat cukup, hidrasi baik, atau konsumsi kopi dalam batas wajar. Tren boleh diikuti, tetapi kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















