Rerie: Saatnya Pemuda Bergerak Wujudkan Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045

“Kalau suara kita ingin didengar, kita harus masuk ke dunia politik. Saya tidak menyangka lewat Pilkada 2024, saya terpilih jadi Wali Kota Medan,” ujarnya.
Menurut Rico, Kota Medan sebagai miniatur Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang inklusif. Ia mencontohkan upayanya menghidupkan kembali siskamling untuk mendorong interaksi sosial antargenerasi yang mulai memudar.

Tokoh Muda Papua Billy Mambrasar turut mengisahkan kiprahnya membangun pendidikan bagi anak-anak Papua melalui Yayasan Kitong Bisa. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci memutus rantai kemiskinan.

“Sebab lewat pendidikan kita bisa mengurangi kemiskinan, terutama di Papua,” kata Billy.

Pemimpin Muda Inklusif Nicky Clara juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap kaum disabilitas yang berjumlah sekitar 28 juta jiwa di Indonesia. Ia menegaskan bahwa mereka juga memiliki mimpi dan potensi untuk menjadi pemimpin.

BACA JUGA :  Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Enam Sektor Strategis

“Kita harus terus memperjuangkan mereka. Mereka harus diberi kesempatan yang sama,” tegas Nicky.

Sementara itu, Shana Fatina dari Woman Green Entrepreneur menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang memperhatikan lingkungan. Ia menyinggung kondisi perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kerap kesulitan memperoleh akses air bersih.

“Masa mereka membutuhkan air harus membeli air? Ini semakin memiskinkan warga NTT,” ujarnya.
Shana kemudian mengembangkan konsep economic water untuk mempermudah akses air sekaligus mendorong kewirausahaan lokal.

Menatap Generasi Pemimpin 2045

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula dan Milenial, Lathifa Al Anshori, yang hadir sebagai penanggap, mengingatkan bahwa generasi yang lahir 2015–2029 adalah calon pemimpin 2045. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal agar tidak hilang dari ingatan generasi masa depan.

BACA JUGA :  KPop Demon Hunters Rayakan Satu Tahun Kesuksesan, Pop-Up Store Resmi Hadir di Jakarta

Di sisi lain, Wartawan Senior Saur Hutabarat mengajak peserta forum merenungi semangat para pemuda penggerak Sumpah Pemuda 1928 yang kala itu berusia 21–38 tahun dan sudah memberikan kontribusi besar kepada bangsa. Ia mempertanyakan kesiapan generasi muda masa kini untuk melakukan hal serupa.

“Pada 2045 nanti, anak-anak dan pemuda yang kini berusia 1–18 tahun akan menjadi pemimpin bangsa. Adakah di antara mereka yang siap memberikan apa yang mereka miliki kepada bangsa dan negara?” ujar Saur.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================