
“Pada intinya kami ingin memahami bagaimana warga lembur sawah berkaitan dengan pemahaman terhadap wilayah mereka tinggal. Ini juga sebagai dasar penelitian,” ujarnya.
Dalam penelitian ini dihasilkan laporan setebal 140 halaman yang kemudian berbagai poinnya dijelaskan secara singkat kepada Dedie Rachim dan warga.
Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, mengatakan ia sangat senang melihat Kota Bogor yang kemajuan pembangunannya pesat, namun masih tertata dan menyimpan kearifan lokal, bahkan menjaga berbagai peninggalan situs.
Sehingga, menurutnya simpul-simpul itu harus terus dibuka melalui kajian dan penelitian lebih lanjut.
“Seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, bagaimana hubungannya dengan sejarah dunia internasional. Itu harus mulai dibangun. Karena mungkin sekarang kita hanya melihat puzzle, sedikit tapak-tapaknya,” katanya.
Bahkan, ia menduga bisa jadi tempat lokasi situs tersebut dahulunya merupakan permukiman atau tempat tinggal sesepuh terdahulu.
“Itu bisa diteliti lebih lanjut. Keberadaan permukiman tertua di situ. Dilihat dari lokasinya pun sangat bagus. Terlebih juga ditemukan pecahan-pecahan tembikar gerabah yang mungkin pernah ada di permukiman wilayah situ,” ujarnya.
Ia juga memberikan masukan agar juga dilakukan studi demografi untuk melihat secara keseluruhan posisi lembur sawah serta nama pada masa lalu seperti apa.
“Itu penting untuk bisa membaca permukiman sekarang itu apakah kultur baru, apakah memang sudah ada, dan Alhamdulillah tradisi kultur yang ada di sini masih dilanjutkan,” ujarnya.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















