
Jika dibiarkan, usus yang tersumbat berisiko mengalami nekrosis, yaitu kematian jaringan. Pada kondisi tersebut, dokter harus membuang bagian usus yang rusak melalui prosedur operasi.
“Kalau sudah mati, artinya sudah nekrosis, dan itu akan dibuang,” jelasnya.
Karena itu, penanganan obstruksi usus hampir selalu membutuhkan operasi atau laparotomi untuk mengangkat penyebab sumbatan dan mencegah komplikasi serius.
Risiko Meningkat Seiring Usia
Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami sumbatan usus semakin tinggi. Lansia lebih rentan karena pergerakan usus cenderung melambat, fungsi organ menurun, dan kemungkinan mengalami hernia atau penyakit penyerta lebih besar.
“Risiko pada orang semakin lanjut usia, risiko untuk terjadinya obstruksi juga semakin meningkat,” tegas Prof Ari.
Sumbatan usus adalah kondisi serius yang tidak boleh disepelekan. Gejalanya dapat berupa nyeri perut hebat, muntah, kembung, sulit buang angin, hingga perubahan warna kulit. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera cari pertolongan medis.
Semakin cepat sumbatan terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih tanpa komplikasi berat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














