Waspadai Sumbatan Usus, Kondisi yang Umum Terjadi Namun Bisa Berakibat Fatal

Jika dibiarkan, usus yang tersumbat berisiko mengalami nekrosis, yaitu kematian jaringan. Pada kondisi tersebut, dokter harus membuang bagian usus yang rusak melalui prosedur operasi.

“Kalau sudah mati, artinya sudah nekrosis, dan itu akan dibuang,” jelasnya.

Karena itu, penanganan obstruksi usus hampir selalu membutuhkan operasi atau laparotomi untuk mengangkat penyebab sumbatan dan mencegah komplikasi serius.

BACA JUGA :  Warga Malasari Sumringah, Puncak HJB ke-544 Dongkrak Perekonomian

Risiko Meningkat Seiring Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami sumbatan usus semakin tinggi. Lansia lebih rentan karena pergerakan usus cenderung melambat, fungsi organ menurun, dan kemungkinan mengalami hernia atau penyakit penyerta lebih besar.

“Risiko pada orang semakin lanjut usia, risiko untuk terjadinya obstruksi juga semakin meningkat,” tegas Prof Ari.

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

Sumbatan usus adalah kondisi serius yang tidak boleh disepelekan. Gejalanya dapat berupa nyeri perut hebat, muntah, kembung, sulit buang angin, hingga perubahan warna kulit. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera cari pertolongan medis.

Semakin cepat sumbatan terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih tanpa komplikasi berat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================