
Jones menjelaskan bahwa menahan gas terlalu sering dapat mengganggu pergerakan usus dan meningkatkan risiko divertikulosis, yaitu munculnya kantung kecil pada dinding usus yang bisa meradang di kemudian hari.
Dengan membiarkan gas keluar secara alami, Anda membantu menjaga motilitas usus tetap lancar dan mencegah iritasi pada saluran cerna. Jika sedang berada di ruangan tertutup, lebih baik keluar sebentar ketimbang menahan kentut terlalu lama.
- Menjadi Petunjuk Kondisi Pencernaan
Kentut dapat menjadi “kode rahasia” dari tubuh tentang kondisi pencernaan. Misalnya, gas berlebihan dengan bau menyengat bisa menandakan konsumsi protein, gula, atau lemak jenuh yang terlalu tinggi.
Jika kentut terasa menyakitkan atau disertai kembung parah, bisa jadi terdapat intoleransi makanan tertentu. Jones menyarankan untuk memperhatikan makanan penyebab gejala.
Kadang, tubuh hanya butuh waktu beradaptasi terhadap makanan baru seperti kacang-kacangan atau brokoli sebelum produksi gas menjadi normal kembali.
Namun, bila keluhan tidak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani.
Kentut sebenarnya adalah pertanda bahwa tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Rata-rata seseorang dapat kentut 14–23 kali sehari, dan itu sepenuhnya normal.
Jadi, tak perlu buru-buru malu jika Anda kentut. Anggap saja itu bukti bahwa pencernaan sehat dan tubuh sedang berkomunikasi dengan baik.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















