
Wakil Ketua Komisi III, M. Benninu Argoebie, menilai pengerjaan stadion GOR Pajajaran cukup profesional meski ada catatan perencanaan. “Trek lari senilai hampir Rp10 miliar panjangnya hanya enam lintasan, seharusnya bisa dioptimalkan untuk Kejuaraan Nasional,” jelasnya.
Namun, Ben menyoroti proyek GOR Indoor A, B, dan kolam renang Mila Kencana yang tidak menunjukkan profesionalitas. Pekerja tidak mematuhi standar K3, kontraktor absen, dan renovasi kamar mandi tidak sesuai standar. Ia menekankan, semua proyek harus menerapkan standar K3 dan profesionalisme.
“Kalau tidak, harus ada sanksi atau denda. Kota Bogor bukan kota bercanda. Setiap proyek harus akuntabel dan aman bagi pekerja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyatakan revitalisasi GOR Pajajaran dilakukan dengan anggaran Rp31 miliar untuk persiapan Porprov Jabar 2026.
Pekerjaan fokus pada stadion, pembangunan GOR Indoor A dan B, lapangan basket semi-indoor, kolam renang, lapangan mini soccer, arena softball, dan skate park. “Saat ini progres stadion mencapai 42 persen dan ditargetkan selesai 24 Desember 2025,” tutup Anas.*
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















