BOGORTODAY.COM – Kesehatan otak adalah hal penting yang harus dijaga karena organ ini berfungsi sebagai pusat kendali tubuh.
Gangguan pada otak dapat berdampak pada ingatan, gerak tubuh, konsentrasi, hingga fungsi saraf secara keseluruhan.
Selain mencukupi nutrisi bagi otak, menjaga gaya hidup sehari-hari juga sangat penting untuk mencegah kerusakan otak di masa depan.
Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan umum yang justru bisa merusak otak. Banyak dari kebiasaan ini bahkan sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern.
Berikut tujuh kebiasaan yang perlu kamu hindari jika ingin menjaga kesehatan otak.
- Duduk Terlalu Lama
Kegiatan seperti bekerja, belajar, atau menonton sering membuat seseorang duduk dalam waktu yang panjang. Padahal kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada otak.
Sebuah studi dalam PLOS One menemukan bahwa orang yang duduk terlalu lama memiliki area lobus temporal medial (MTL) yang lebih tipis.
MTL merupakan bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori. Penipisan area ini dapat memperburuk kemampuan mengingat.
- Jarang Berjemur
Banyak orang enggan berjemur karena takut panas atau khawatir kulit menggelap. Namun, kurang terpapar sinar matahari dapat memperlambat kinerja otak.
Cahaya alami membantu mengatur ritme tidur, meningkatkan mood, dan mendukung kesehatan kognitif.
Terlalu lama berada di ruang gelap dapat menurunkan energi, konsentrasi, hingga memengaruhi memori.
- Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Asupan gula berlebih tidak hanya berdampak buruk pada kadar gula darah, tetapi juga merusak kesehatan otak.
Gula dalam jumlah tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh menyerap protein dan nutrisi. Akibatnya, otak mengalami kekurangan nutrisi penting sehingga fungsinya menurun dan memori menjadi terganggu.
- Sering Begadang
Begadang karena bekerja, bermain gim, atau maraton menonton film dapat berdampak buruk pada otak.
Kurang tidur membuat proses konsolidasi memori—yaitu proses penguatan informasi di otak—tidak berjalan optimal.
Dalam jangka panjang, kebiasaan begadang dapat menurunkan daya ingat, mengganggu fokus, menurunkan produktivitas, dan meningkatkan risiko gangguan suasana hati.
- Menggunakan Earphone dengan Volume Terlalu Keras
Memakai earphone adalah kebiasaan umum, tetapi volume yang terlalu keras dapat merusak pendengaran sekaligus mempengaruhi otak.
Tekanan suara berlebihan dapat merusak jaringan saraf dan mempengaruhi kemampuan otak memproses informasi. Dalam beberapa kasus, paparan suara terlalu keras juga dikaitkan dengan penurunan memori.
- Kurang Bersosialisasi
Menghabiskan waktu sendiri memang tidak salah. Namun, jika terlalu sering dilakukan hingga memicu rasa kesepian, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan otak.
Menurut Harvard Health Publishing, studi dalam The Journals of Gerontology: Series B menemukan bahwa orang yang kurang aktif bersosialisasi mengalami penurunan materi abu-abu, yaitu bagian otak yang memproses informasi. Penurunan materi ini dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
- Terlalu Lama Menatap Layar dan Scroll Medsos
Di era digital, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari membuat kita bergantung pada layar. Jika hal ini ditambah kebiasaan scroll media sosial tanpa henti, efeknya dapat memperburuk kesehatan otak.
Screen time berlebihan dapat merusak ritme sirkadian, memicu insomnia, perubahan suasana hati, dan kelelahan. National Institutes of Health juga memperingatkan bahwa penggunaan layar berlebihan berkaitan dengan buruknya hasil tes berpikir dan kemampuan bahasa.
Jaga Otak, Jaga Kualitas Hidup
Menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas dapat membantu menjaga daya ingat, konsentrasi, dan kesehatan otak hingga tua. Seimbangkan aktivitas fisik, tidur yang cukup, makanan bergizi, interaksi sosial, serta batasi paparan layar untuk mempertahankan fungsi otak secara optimal.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















