7 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari atau Membatasi Konsumsi Terong

Terong
Ilustrsi Terong. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Terong merupakan salah satu sayuran yang lezat, mudah diolah, dan populer di berbagai masakan Nusantara, mulai dari oseng, balado, hingga lalapan.

Namun di balik kenikmatannya, tidak semua orang cocok mengonsumsi sayuran ini. Pada beberapa kondisi, terong justru dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu kesehatan.

Berikut tujuh kelompok orang yang sebaiknya membatasi atau bahkan menghindari konsumsi terong, melansir berbagai sumber.

  1. Orang dengan alergi terong

Terong termasuk keluarga nightshade, bersama tomat, kentang, dan paprika. Beberapa orang memiliki alergi terhadap kelompok sayuran ini.

BACA JUGA :  Atap Pelana: Desain Klasik yang Fungsional dan Hemat Biaya untuk Hunian

Reaksi alergi dapat berupa iritasi kulit, sakit kepala, gatal-gatal, hingga gangguan pencernaan.

Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah makan terong, sebaiknya hentikan konsumsi dan periksakan diri ke dokter.

  1. Penderita masalah ginjal

Terong mengandung kalsium oksalat—senyawa yang dapat memicu pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan.

Bagi yang memiliki riwayat batu ginjal atau gangguan fungsi ginjal, membatasi atau menghindari terong bisa membantu mencegah kekambuhan.

  1. Orang dengan kadar zat besi rendah

Antioksidan nasunin pada terong diketahui dapat mengikat zat besi dalam tubuh dan menghambat penyerapannya.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Menurut Medical News Today, konsumsi terong berlebihan berpotensi memperparah anemia pada orang dengan kadar zat besi rendah.
Karena itu, kelompok ini disarankan membatasi porsi terong dalam menu harian.

  1. Penderita intoleransi histamin

Terong termasuk makanan yang merangsang pelepasan histamin, menurut Times of India.
Pada orang dengan intoleransi histamin, konsumsi terong dapat memicu gejala seperti sakit kepala, ruam, hidung tersumbat, atau gangguan pencernaan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================