Sa’ad bin Mu’adz: Pemimpin Anshar yang Dimuliakan Hingga Dipikul Malaikat

Sa’ad bin Mu’adz
Sa’ad bin Mu’adz: Pemimpin Anshar yang Dimuliakan Hingga Dipikul Malaikat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sa’ad bin Mu’adz adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai pemimpin suku Bani Aus di Madinah. Ia berasal dari keluarga terpandang, keturunan Bani Asyhali.

Ayahnya bernama Mu‘adz bin al-Nu’man bin Imri’il Qais, sementara ibunya Kabsyah binti Rafi. Keluarganya memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Madinah pada masa pra-Islam hingga awal perkembangan Islam.

Sebagai sosok yang berjiwa pemimpin, Sa’ad bin Mu’adz memiliki wibawa dan kedudukan kuat di tengah sukunya.

Ia memeluk Islam pada tahun 622 M (1 H)—sebelum Rasulullah SAW tiba di Madinah—menjadikannya salah satu tokoh penting dari kaum Anshar dalam menyambut kedatangan kaum Muhajirin.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Tokoh Utama Penegak Islam di Madinah

Setelah memeluk Islam, Sa’ad menjadi sosok sentral dalam memperkuat masyarakat Muslim.

Ia memainkan peran besar dalam memperkokoh ukhuwah antara kaum Muhajirin dan Anshar serta menjadi pelindung penting bagi Rasulullah SAW dan umat Islam.

Keberadaannya menjadi salah satu tiang kokoh berdirinya negara Islam pertama di Madinah.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Kisah Menakjubkan: Jenazah Sa’ad bin Mu’adz Dipikul Para Malaikat

Dalam Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX diceritakan sebuah kisah luar biasa tentang wafatnya Sa’ad bin Mu’adz—peristiwa yang menggetarkan hati dan menegaskan tingginya derajat seorang mukmin sejati.

Rasulullah SAW bersabda bahwa jenazah Sa’ad bin Mu’adz diperebutkan oleh 70.000 malaikat yang turun dari langit untuk memuliakannya. Bahkan, kemuliaan itu membuat Arsy bergetar saat ia wafat. Rasulullah SAW bersabda:

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================