
“Inilah orang yang membuat Arsy bergetar, pintu-pintu langit dibuka, dan dihadiri oleh 70.000 malaikat. Sekali jasadnya dihimpit kemudian dilepaskan.”
(HR. An-Nasa’i dari Ibnu Umar; sanad shahih – Shahih al-Jami’)
Peristiwa ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana Allah meninggikan derajat seorang hamba yang tulus berjuang dan berkorban demi agama-Nya.
Keberanian Sa’ad bin Mu’adz dalam Peperangan
Sa’ad bin Mu’adz bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga pejuang tangguh yang selalu berada di garis depan ketika Islam membutuhkan pertahanan.
- Perang Badar
Sa’ad termasuk sahabat yang memberikan dukungan penuh kepada Rasulullah SAW sebelum Perang Badar meletus. Kesetiaannya menenangkan hati Rasulullah SAW, karena kaum Anshar menunjukkan kesediaan mereka untuk berperang bersama kaum Muhajirin.
- Perang Uhud
Dalam Perang Uhud, Sa’ad berdiri sangat dekat dengan Rasulullah SAW, bahkan menjadi perisai hidup bagi beliau. Keberaniannya di medan tempur membuat namanya semakin dihormati di kalangan Muslimin.
- Perang Khandaq (Ahzab)
Pada Perang Khandaq, Sa’ad kembali menunjukkan keteguhan. Namun di sinilah ia terluka parah akibat panah yang dilepaskan oleh Hibban bin Qais Al-Arawah. Luka tersebut menjadi sebab wafatnya.
Rasulullah SAW Sangat Mencintai Sa’ad bin Mu’adz
Karena kecintaan yang besar kepada Sa’ad, Rasulullah SAW memerintahkan agar ia dirawat di kemah Rufaidah, tempat perawatan luka, agar mudah dijenguk setiap hari. Setiap kali Rasulullah SAW melihat kondisi Sa’ad, beliau tampak sangat bersedih atas penderitaan sahabat setianya ini.
Ketika akhirnya Sa’ad bin Mu’adz wafat dan jenazahnya hendak diangkat, para sahabat merasakan keanehan: tubuh Sa’ad sangat ringan, seolah tidak berbobot. Mereka pun bertanya-tanya.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jenazah Sa’ad terasa ringan karena dipikul oleh para malaikat. Sebanyak 70.000 malaikat datang memuliakan sosok yang telah mengabdikan hidupnya demi Islam.
Teladan Abadi dari Sa’ad bin Mu’adz
Kisah Sa’ad bin Mu’adz adalah pelajaran penting bagi umat Islam. Ia menunjukkan bahwa:
- Keteguhan iman tidak pernah sia-sia.
- Pengorbanan tulus di jalan Allah akan dibalas dengan kemuliaan yang tidak tertandingi.
- Setiap perjuangan, sekecil apa pun, dicatat dan dihargai oleh Allah SWT.
Sa’ad meninggalkan warisan teladan sebagai pemimpin, sahabat setia, dan pejuang yang tidak pernah ragu membela Islam.
Kemuliaannya hingga dipikul malaikat menjadi bukti betapa tingginya derajat seorang mukmin yang hidup dan wafat dengan keikhlasan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















