Tips Merawat Baterai Mobil Listrik agar Awet dan Tidak Cepat Soak

Baterai
Tips Merawat Baterai Mobil Listrik agar Awet dan Tidak Cepat Soak. (Foto: SSuzuki)

BOGORTODAY.COM Baterai adalah komponen paling krusial pada kendaraan elektrifikasi. Fungsinya ibarat tangki BBM pada mobil konvensional: menjadi tempat penyimpanan energi untuk menggerakkan motor listrik.

Karena harganya yang mahal dan perannya yang vital, pemilik kendaraan listrik wajib memahami cara merawat baterai agar usia pakainya tetap panjang dan tidak mengalami penurunan performa secara signifikan.

Berikut panduan lengkap merawat baterai mobil listrik:

  1. Minimalkan Paparan Suhu Tinggi

Suhu tinggi adalah musuh utama baterai EV. Paparan panas berlebih dapat mempercepat degradasi sel baterai.

  • Hindari membiarkan mobil dalam kondisi menyala atau semua sistem aktif saat parkir dalam waktu lama.
    Hal ini memaksa sistem pengatur suhu bekerja terus-menerus dan menguras baterai tanpa perlu.
  • Matikan sistem kelistrikan sepenuhnya saat parkir.
  • Usahakan selalu memilih tempat parkir teduh atau indoor, terutama saat proses pengisian daya.
  • Ingat, baterai EV tidak menyukai panas ekstrem, sehingga menjaga temperatur lingkungan sangat penting.
  1. Tidak Perlu Mengisi Baterai Sampai 100 Persen
BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Kebiasaan mengecas hingga penuh justru tidak direkomendasikan.
Idealnya, hentikan pengisian pada 80 persen saja.

Keuntungannya:

  • Mengurangi tekanan pada sel baterai sehingga usia pakai lebih panjang.
  • Memberikan ruang bagi sistem regenerative braking, yang biasanya tidak aktif jika baterai terisi penuh.
  • Mengurangi potensi panas berlebih saat charging.

Meski jarak tempuh sedikit berkurang, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar.

  1. Jangan Tunggu Baterai Benar-Benar Habis
  • Mengosongkan baterai sampai nol persen dapat berdampak buruk pada kesehatan baterai.
  • Lakukan pengisian saat baterai berada di level 20–30 persen.
  • Praktik ini menjaga stabilitas kimia dalam baterai dan mencegah stress pada sel-selnya.
  1. Hindari Fast Charging Bila Tidak Mendesak
BACA JUGA :  Tips Memilih Kloset Duduk yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan

Fast charging memang praktis karena menghemat waktu. Namun, arus besar yang masuk ke baterai dalam waktu singkat menimbulkan tekanan termal dan elektrik.

  • Penggunaan fast charging yang terlalu sering dapat mempercepat degradasi baterai.
  • Pengisian daya standar (slow charging) jauh lebih sehat untuk baterai.
  • Studi menunjukkan, penggunaan slow charging selama delapan tahun bisa membuat daya tahan baterai 10 persen lebih baik dibandingkan penggunaan fast charging secara rutin.

Gunakan fast charging hanya saat keadaan darurat atau perjalanan jauh.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================