
Ia merupakan cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, sekaligus putra dari mantan Menteri Agama Wahid Hasyim.
Gus Dur juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, posisi yang semakin mengukuhkan perannya sebagai tokoh nasional yang berpengaruh.
Bapak Pluralisme Indonesia
Gus Dur dijuluki sebagai bapak pluralisme Indonesia karena komitmennya terhadap toleransi dan keberagaman. Salah satu kebijakan pentingnya adalah pencabutan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 pada era Soeharto, yang selama puluhan tahun membatasi perayaan Imlek dan ekspresi budaya Tionghoa di Indonesia. Langkah ini membuka ruang kebebasan bagi etnis Tionghoa dan memperkuat pluralitas bangsa.
Dianugerahi Bersama Sembilan Tokoh Lain
Dalam upacara yang sama, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional. Sejumlah nama yang ikut menerima gelar tersebut antara lain:
- Presiden ke-2 RI Soeharto
- Mochtar Kusumaatmadja, mantan Menteri Luar Negeri dan Rektor Universitas Padjadjaran
- Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan tenaga kerja di era Orde Baru
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur mempertegas kontribusi besar beliau dalam membangun demokrasi, memperjuangkan hak-hak minoritas, serta menjaga kebhinekaan Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















