Meneladani Pahlawan: Makna Ziarah dan Semangat Juang 10 November

BOGORTODAY.COM – Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebuah momen bersejarah yang mengingatkan pada perjuangan luar biasa para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Peringatan ini menjadi waktu bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneladani semangat juang, ketulusan, dan pengorbanan mereka.

Pada tahun 2025, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menetapkan tema Hari Pahlawan:

“Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”

Tema ini mengandung pesan bahwa semangat perjuangan tidak boleh berhenti pada masa lalu. Generasi muda diharapkan terus bergerak, berkarya, dan berkontribusi membangun Indonesia yang lebih baik.

Logo peringatan Hari Pahlawan 2025 juga memvisualisasikan estafet perjuangan yang terus menyala di hati setiap anak bangsa.

Ziarah, Tradisi untuk Mengenang Pengorbanan Pahlawan

Salah satu tradisi yang paling sering dilakukan masyarakat Indonesia saat Hari Pahlawan adalah ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP).

Tradisi ini menjadi cara untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus merenungi nilai-nilai perjuangan yang mereka wariskan.

Kegiatan ziarah biasanya meliputi:

  • tabur bunga,
  • doa bersama,
  • upacara penghormatan,
  • serta kunjungan keluarga atau masyarakat umum.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata RI, jenis makam pahlawan di Indonesia terbagi menjadi tiga:

  1. Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama, yaitu TMP Kalibata di Jakarta sesuai UU No. 20 Tahun 2009.
  2. Taman Makam Pahlawan Nasional yang tersebar di berbagai provinsi serta kabupaten/kota.
  3. Makam Pahlawan Nasional, yaitu makam tokoh bergelar pahlawan nasional yang dimakamkan di luar TMPN.
BACA JUGA :  Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Kurs Sempat Tembus Rp17.900-an

Pandangan Islam tentang Ziarah Kubur

Ziarah kubur memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Dalam At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah, Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pada awalnya melarang ziarah kubur, kemudian membolehkannya:

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian.”
(HR Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Ziarahlah kubur, karena ia dapat melembutkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan akhirat.”
(HR Hakim)

Rasulullah SAW bahkan pernah berziarah ke makam ibunya. Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, namun tidak diizinkan. Lalu aku meminta izin untuk berziarah ke kuburnya, dan diizinkan.”
(HR Muslim)

Riwayat Ibnu Majah juga menyebutkan bahwa ziarah kubur dapat membuat seseorang zuhud terhadap dunia dan mengingat akhirat. Berdasarkan kumpulan riwayat ini, Imam Al-Qurtubi menyimpulkan bahwa ziarah kubur merupakan amalan yang diperbolehkan dan dianjurkan.

Hukum Ziarah ke Makam Pahlawan dalam Islam

Menurut penjelasan Ahmad Karomi (Gus Karomi) di laman NU Jatim, ziarah kubur kepada orang-orang saleh, termasuk makam para pahlawan, hukumnya boleh. Rasulullah SAW sendiri pernah berziarah ke pemakaman Baqi’, tempat dimakamkannya para sahabat dan pejuang Islam, untuk mendoakan mereka.

BACA JUGA :  Warkop Rasa Coffee Shop Hadir di Dramaga, Menu Mulai Rp 5.000

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur Baqi’ agar engkau memintakan ampunan buat mereka.”
(HR Muslim)

Karena itu, mengunjungi makam pahlawan Muslim untuk mendoakan mereka agar mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah merupakan amalan yang terpuji.

Adab yang Harus Dijaga Saat Ziarah Kubur

Mengutip Panduan Praktis Wisata Religi Ziarah Makam Wali karya Adnan Widodo, Lc, ada beberapa adab dan larangan yang perlu diperhatikan saat ziarah:

  • Tidak berkata kotor atau batil.
  • Tidak mengusap-usap permukaan kuburan.
  • Tidak mencium kuburan.
  • Tidak duduk di atas kuburan.
  • Tidak menginjak kuburan kecuali dalam keadaan darurat.
  • Tidak bersandar pada makam.

Menjaga adab ini penting agar ziarah tetap sesuai dengan syariat dan penuh penghormatan.

Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum penting untuk merefleksikan kembali makna pengorbanan dan keberanian.

Melalui ziarah, doa, serta teladan nilai perjuangan, generasi kini diajak untuk terus melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan dalam membangun bangsa.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================