Remaja di Persimpangan Thrifting: Antara Gaya, Harga, dan Aturan Baru

thrifting
Seorang pengunjung memilah pakaian di salah satu toko thrifting. Wacana penutupan usaha pakaian bekas impor menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen muda yang selama ini mengandalkan thrifting sebagai solusi berpakaian layak dengan harga terjangkau. Foto : Nathania/MG2/timetoday.id.

BOGORTODAY.COM – Wacana pemerintah menutup usaha pakaian bekas impor membuat sebagian anak muda di Bogor resah. Di kalangan mereka, thrifting bukan sekadar tren berpakaian, melainkan cara bertahan di tengah harga busana yang kian melangit.

“Dampaknya, kita jadi nggak bisa dapat barang murah lagi,” kata Muhammad Kholiq Kadafi (16), siswa SMK di Bogor, saat ditemui akhir pekan lalu.

Kholiq mengaku kerap mencari pakaian bermerk di toko-toko thrift di kawasan Bogor. Bagi pelajar sepertinya, membeli barang bekas bukan hal tabu.

BACA JUGA :  7 Doa Nabi Musa AS yang Dapat Diamalkan dalam Berbagai Situasi Kehidupan

“Yang penting masih bagus dan orisinal,” ujarnya.

Namun ia tak menutup mata soal risiko kesehatan dari pakaian impor bekas. “Menurutku ada bagusnya juga kalau ditutup. Kita kan nggak tahu, barangnya steril atau nggak,” tambahnya.

Di sisi lain, ia merasa kasihan pada pedagang yang menggantungkan hidup dari bisnis thrifting. “Mungkin itu satu-satunya usaha mereka,” katanya.

Pandangan Kholiq sejalan dengan temannya, M. Naufal, yang melihat kebijakan ini punya dua sisi. Murid-murid seusia mereka memahami kekhawatiran pemerintah, tapi juga melihat dampak sosialnya.

BACA JUGA :  Kota Bogor Sabet Opini WTP Ke-10 dari BPK Jabar

Tidak semua remaja sepakat. Syafa Aliya Zahra (16), siswi kelas XI, justru melihat peluang di balik larangan tersebut.

“Kalau thrifting sudah tidak bisa lagi, ya kita cari produk lokal,” ujarnya.

Bersama temannya Aqilah, Aliya mengikuti perkembangan isu ini lewat media sosial. Mereka mencoba memahami alasan pemerintah.

“Menurutku kebijakan ini bagus dan adil untuk mendukung UMKM,” kata Aliya.

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================