
Selain Soeharto, beberapa sosok lain yang disebut-sebut masuk daftar penerima gelar pahlawan nasional tahun ini adalah:
- Abdurrachman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 RI
- Marsinah – aktivis buruh yang tewas pada rezim Orde Baru
Menurut Fadli, keduanya telah memenuhi syarat untuk menerima gelar tersebut.
Menuai Kontroversi
Usulan gelar pahlawan nasional untuk Soeharto memicu respons beragam sekaligus kritik dari berbagai kelompok masyarakat.
Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (GEMAS) menyebut langkah pemerintah mengusulkan nama Soeharto sebagai sesuatu yang mengecewakan.
“Hari ini Kemensos sudah mengirimkan usulan nama. Ini langkah yang mengecewakan tapi tidak mengagetkan,” ujar Dimas Bagus Arya dari KontraS.
Penolakan juga datang dari tokoh NU, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Ia menilai Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut karena banyak ulama dan warga NU diperlakukan tidak adil selama era Orde Baru.
“Banyak kiai dimasukkan ke sumur, papan nama NU dirusak, dan adik saya dipaksa masuk Golkar hingga memilih keluar dari PNS,” kata Gus Mus.
Pemerintah: Perbedaan Pendapat Adalah Hal Wajar
Menanggapi polemik ini, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pro dan kontra merupakan hal wajar dalam demokrasi. Ia mengajak masyarakat melihat sisi positif dari pemberian gelar tersebut, terutama untuk menghormati jasa para pemimpin terdahulu.
“Gelar pahlawan itu melalui prosedur. Perbedaan pendapat adalah bagian dari aspirasi,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta (7/11/2025).
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















