COO BPI Danantara: PHK 413 Karyawan Indofarma Bagian dari Proses Penyehatan, Bukan Sekadar Pemutusan Kerja

BOGORTODAY.COM – Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia, Dony Oskaria, akhirnya buka suara soal kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 413 karyawan PT Indofarma Tbk (INAF).

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah sekadar PHK, melainkan bagian dari proses penyehatan perusahaan yang tengah dijalankan oleh pemerintah bersama Danantara.

“Sebenarnya kan bukan PHK ya, tetapi kita menawarkan offering untuk penyehatan itu. Tapi sebagian kita rekrut kembali,” ujar Dony di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis (13/11/2025).

Menurut Dony, seluruh proses restrukturisasi dilakukan sesuai aturan dan menjadi bagian dari upaya turn around perusahaan yang selama ini bermasalah.

Ia menyebut sebagian karyawan menerima keputusan tersebut dengan baik, dan beberapa di antaranya akan direkrut kembali seiring penyesuaian kebutuhan sumber daya manusia (SDM).

Restrukturisasi Demi Penyehatan

Dony menegaskan bahwa upaya perbaikan Indofarma harus dilakukan secara logis dan hati-hati, mengingat perusahaan mengelola dana negara.

“Kalau perusahaannya tidak masuk dalam profile sehat, kan percuma dikasih uang itu orang bisnisnya yang enggak ada. Jadi kita mesti logic,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah efisiensi dan penataan ulang struktur SDM merupakan bagian dari proses penyehatan yang masih berlangsung. Tujuannya, agar perusahaan memiliki arah bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Waspada Bahaya Tawon dan Cara Ampuh Mengusirnya dari Rumah

Ke depan, Indofarma akan berada di bawah pengelolaan Kimia Farma sebagai bagian dari konsolidasi BUMN farmasi yang dilakukan pemerintah.

Jumlah Karyawan dan Rencana Rekrutmen Ulang

Menanggapi laporan bahwa jumlah karyawan Indofarma kini hanya tersisa belasan orang setelah restrukturisasi, Dony memastikan perusahaan akan melakukan rekrutmen ulang sesuai kebutuhan operasional.

Para mantan karyawan yang berminat untuk kembali juga akan dipertimbangkan selama proses penyehatan berlangsung.

Sebelumnya, PT Indofarma Tbk melaporkan telah melakukan PHK terhadap 413 karyawan pada 15 September 2025, sehingga hanya tersisa tiga karyawan aktif.
Langkah tersebut tercantum dalam laporan keuangan kuartal III 2025 dan disebut sebagai bagian dari restrukturisasi demi efisiensi.

Pada akhir September, perusahaan kemudian membuka rekrutmen ulang untuk 18 pegawai, sehingga total karyawan menjadi 21 orang. Penyesuaian SDM ini dilakukan berdasarkan model bisnis terbatas yang ditetapkan dalam Putusan Homologasi.

Dukungan Keuangan dan Masalah Lama

Pada hari yang sama dengan pelaksanaan PHK, Indofarma menerima pinjaman Rp220 miliar dari holding BUMN farmasi, PT Bio Farma. Dana berjangka 12 bulan dengan bunga 7 persen itu digunakan untuk mendukung efisiensi operasional, dengan jaminan aset non-produktif di 18 lokasi.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Masalah keuangan Indofarma sendiri sudah mencuat sejak 2024.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pernah menjelaskan bahwa perusahaan menghadapi dua persoalan besar:

Dugaan fraud berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang kini memasuki proses hukum.

Upaya penyelamatan perusahaan yang dilakukan lewat restrukturisasi dan pengawasan ketat oleh holding.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga mengungkap bahwa fraud terjadi di anak usaha, PT Indofarma Global Medika, yang tidak menyetorkan dana sebesar Rp470 miliar kepada induk perusahaan.

Kondisi ini memperparah keuangan Indofarma hingga mengalami kesulitan membayar gaji, yang sejak tahun lalu harus ditanggung oleh Bio Farma.

Fokus pada Pemulihan Bisnis

Dony menegaskan, seluruh langkah efisiensi, termasuk penataan ulang SDM dan pembenahan tata kelola, dilakukan untuk memastikan Indofarma kembali sehat dan produktif.

Ia berharap proses penyehatan ini dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap BUMN farmasi tersebut dan memperkuat struktur holding secara keseluruhan.

“Kita harus pastikan perusahaan benar-benar sehat dulu. Baru setelah itu, operasional dan rekrutmen berjalan sesuai kebutuhan,” tutupnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================