
BOGORTODAY.COM –.RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Leuwiliang menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Pertolongan Pertama pada Kecelakaan dan Pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD)”, pada Selasa (12/11/2025), di Aula PGRI Kecamatan Leuwiliang.
Acara ini diikuti oleh kepala sekolah dan guru dari berbagai wilayah, termasuk daerah perbatasan Bogor–Sukabumi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang dalam memperluas peran promotif dan preventif, dengan menghadirkan edukasi yang dekat dengan masyarakat, khususnya para pendidik yang berperan penting dalam menjaga keselamatan di lingkungan sekolah.
Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSUD R. Moh. Noh. Nur menekankan pentingnya pengetahuan dasar pertolongan pertama bagi guru.
“Materi seperti ini bisa menyelamatkan nyawa. Pengetahuan pertolongan pertama penting dimiliki oleh siapa pun, tidak hanya tenaga medis,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Ibu Irma menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Banyak hal baik yang kami dapatkan hari ini, terutama terkait penanganan P3K bagi anak-anak di sekolah. Semoga ke depan K3S dan sekolah-sekolah di Kecamatan Leuwiliang dapat terus mendapatkan edukasi menarik dan bermanfaat dari RSUD R. Moh. Noh. Nur,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Salah satu guru dari SDN Cianten 1, Ibu Ari Aryani, S.Pd, bahkan berangkat sejak pukul lima pagi menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer agar tidak terlambat.
“Kegiatan hari ini luar biasa. Materi yang disampaikan sangat berguna dan bisa kami teruskan kembali kepada rekan-rekan guru di sekolah. Harapannya, ke depan RSUD R. Moh. Noh. Nur dapat berkunjung langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Cianten maupun sekolah lainnya di Kecamatan Leuwiliang,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan materi tentang konsep pertolongan pertama oleh Raden Mas Bagus Kasatriyo, A.Md.Kep, penanganan gigitan ular oleh Yayang Cahyadi Anugrah, A.Md., serta pengenalan Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr. Margie Asri Woyka.
Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik BHD dan pertolongan pertama yang dipandu oleh tim keperawatan RSUD.
Melalui kegiatan ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dari berbagai kalangan, serta menumbuhkan budaya siaga dan peduli terhadap keselamatan di lingkungan pendidikan.*
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















