
“Itu [reumatik] kondisi kelainan pada sendi inflamasi. Yang sebenarnya harus ditemukan itu rheumatoid factor, jadi dia seperti autoimun sebenarnya,” jelas Roger, dikutip dari detikHealth.
Roger menambahkan, tidur di lantai memang bisa membuat tubuh terasa pegal atau nyeri, tetapi keluhan tersebut berasal dari otot, bukan sendi. Rasa nyeri itu muncul karena tubuh berbaring di permukaan yang keras dan dingin dalam waktu lama.
“Kalau kena dingin terus berjam-jam sampai 8 jam, misalnya, itu [tiduran di lantai] memberikan rasa tidak nyaman yang signifikan,” katanya.
Jadi, rasa pegal setelah tidur di lantai lebih disebabkan oleh tekanan pada otot dan kurangnya sirkulasi darah saat posisi tidur tidak ideal, bukan karena peradangan sendi seperti pada reumatik.
Untuk mengatasi pegal akibat tidur di lantai, Roger menyarankan cukup dengan pijatan relaksasi atau peregangan ringan setelah bangun tidur.
Kesimpulannya, tidur di lantai tanpa alas memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak terbukti menyebabkan penyakit reumatik. Agar tidur tetap nyaman dan tubuh tidak pegal, sebaiknya gunakan alas tidur yang empuk serta hindari paparan suhu dingin berlebihan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















