
Ia juga memperingatkan keberadaan “hotspot berbahaya” atau evil twin, yaitu jaringan penipuan yang sengaja dibuat dengan meniru nama Wi-Fi resmi untuk menjebak pengguna.
“Meski Anda berniat terhubung ke jaringan hotel ‘Goodnight Inn’, Anda bisa saja memilih ‘GoodNight Inn’ dengan huruf yang berbeda. Ini bisa jadi jaringan palsu yang dibuat penjahat siber,” ujarnya.
Peringatan Serupa dari Otoritas AS
Ancaman Wi-Fi publik bukan hanya perhatian Google. Pada Juni lalu, Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) Amerika Serikat juga mengimbau penumpang pesawat untuk menghindari Wi-Fi publik gratis dan tidak menggunakan colokan pengisian daya umum di bandara, karena rawan disusupi perangkat berbahaya.
Cara Mendeteksi Aktivitas Mencurigakan
Google menyarankan pengguna untuk memantau rekening bank dan laporan kredit secara rutin. Aktivitas tak wajar pada kedua dokumen tersebut dapat menjadi indikator bahwa data pribadi atau akun finansial telah diretas.
Tips Aman Menghindari Fi-jacking
Ahli keamanan siber Forbes, Zak Doffman, memberikan beberapa langkah praktis untuk mencegah Fi-jacking—istilah untuk peretasan melalui Wi-Fi:
- Nonaktifkan koneksi otomatis ke jaringan publik atau jaringan tak dikenal.
- Pastikan jaringan dienkripsi, misalnya dengan WPA2 atau WPA3.
- Verifikasi nama jaringan Wi-Fi sebelum terhubung untuk memastikan itu benar-benar milik hotel, kafe, atau lokasi resmi.
Doffman juga menyarankan traveler untuk menggunakan VPN berbayar dari pengembang tepercaya, seperti Bluechip.
Ia memperingatkan agar tidak menggunakan VPN gratis karena berpotensi lebih berbahaya—beberapa di antaranya justru mengumpulkan data pengguna dan menjadikannya sasaran empuk penipuan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














