
Gus Irfan menyampaikan bahwa pertemuan dengan pihak Saudi berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan eratnya kerja sama kedua negara dalam mempersiapkan pelayanan haji.
“Keberhasilan haji Indonesia adalah cerminan kesuksesan penyelenggaraan haji secara keseluruhan bagi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Jika ada tantangan, kedua pihak berkomitmen saling mendukung,” ujar Gus Irfan.
Fokus pada Kesehatan Jemaah
MoU juga membahas Istitā’ah kesehatan, yaitu kelayakan kesehatan sebagai syarat wajib keberangkatan. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa standar kesehatan tidak bisa ditawar.
Indonesia pun berkomitmen memperketat proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah.
“Pemerintah Indonesia akan memastikan seluruh calon jemaah memenuhi standar kesehatan sebelum berangkat,” tegas Gus Irfan.
Pentingnya Sinkronisasi Data Layanan Haji
Kedua negara sepakat memperkuat integrasi data jemaah, termasuk informasi kloter, penerbangan, akomodasi hotel, dan transportasi. Validitas data dinilai krusial untuk memperlancar operasional haji dari awal hingga akhir.
Sejumlah syarikah (perusahaan penyedia layanan) asal Arab Saudi juga telah membuka kantor di Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dan memastikan layanan berjalan lebih baik.
Menuju Haji 1447 H yang Lebih Tertib dan Berkeadaban
Penandatanganan MoU ini menjadi fondasi awal menuju penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M yang diharapkan berjalan lebih tertib, sehat, dan berkeadaban. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen memperkuat kolaborasi demi kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















