Laga Krusial Timnas U-23 Lawan Mali, Polres Bogor Pastikan Pengamanan Maksimal

BOGORTODAY.COM – Menjelang pertandingan uji coba Timnas U-23 melawan Mali di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (15/11/2025) malam, Kepolisian Resor Bogor memastikan tidak akan menerapkan rekayasa lalu lintas khusus.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB itu diperkirakan tidak menimbulkan lonjakan arus kendaraan seperti laga berskala besar pada umumnya. Pertandingan uji coba ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Timnas U-23 menuju SEA Games 2025.

Kepolisian menilai jumlah penonton yang diperkirakan hadir tidak akan mencapai kapasitas penuh stadion. Kuota tiket yang disediakan hanya sekitar 5.000 lembar, jauh di bawah kapasitas maksimal Stadion Pakansari yang mencapai 25.000 penonton. Kondisi itu menjadi dasar pertimbangan untuk tidak menutup ataupun mengalihkan sebagian ruas jalan menuju stadion.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

“Kapasitas stadion masih cukup besar dengan jumlah tiket yang dijual. Dengan kondisi demikian, manajemen rekayasa arus belum diperlukan,” ujar Kepala Bagian Operasional (Kabag OP) Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, Sabtu (15/11/2025).

Meski tanpa rekayasa arus, Ardian tetap menyiapkan personel pengamanan. Sebanyak 40 anggota polisi akan disebar di sejumlah titik rawan, mulai dari Tugu Pancakarsa hingga kawasan Stadion Pakansari. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi pada malam akhir pekan.

Ardian mengatakan, kawasan Jalan Lingkar Stadion Pakansari atau Jalan Ipik Gandamanah biasanya dipadati kendaraan setiap malam Minggu. Aktivitas warga di sepanjang jalur tersebut, ditambah mobilitas penonton yang datang menjelang laga, berpotensi menimbulkan perlambatan arus.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

“Kami tetap mengantisipasi kepadatan di sekitar stadion, khususnya pada malam akhir pekan. Aktivitas masyarakat cukup tinggi sehingga butuh pengawasan tambahan,” kata Ardian.

Meski tidak direncanakan sejak awal, rekayasa lalu lintas tetap menjadi opsi apabila terjadi penumpukan kendaraan secara tiba-tiba. Dalam kondisi padat, arus dari arah Sentul maupun Simpang Bappenda akan diarahkan untuk mengurai antrean.

“Rekayasa bersifat situasional. Jika terjadi kepadatan di sekitar stadion, kendaraan akan kami arahkan melalui simpang Bappenda atau jalur alternatif lainnya,” kata Ardian.

Ia mengimbau masyarakat yang melintas atau hendak menonton pertandingan agar memperhatikan waktu keberangkatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================