BOGORTODAY.COM – Aroma tubuh sering dianggap semata-mata terkait kebersihan. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa apa yang kita makan dapat memengaruhi bau napas, keringat, hingga aroma alami tubuh selama berjam-jam.
Bahkan, perubahan aroma tubuh ini bisa menjadi sinyal kesehatan dan ketertarikan biologis seseorang.
Menurut Lina Begdache, asisten profesor studi kesehatan dan kebugaran di State University of New York at Binghamton, makanan berinteraksi dengan bakteri usus dan berbagai zat kimia dalam tubuh yang kemudian memengaruhi bau tubuh.
“Saat makanan dicerna, interaksi antara zat kimia dalam makanan dan bakteri di usus melepaskan gas yang bisa menghasilkan bau napas tidak sedap atau halitosis,” ujarnya dalam laporan BBC.
Tak hanya napas. Makanan yang sudah dimetabolisme tubuh dapat keluar melalui keringat. Senyawa ini kemudian bereaksi dengan bakteri kulit hingga menimbulkan aroma tertentu—entah wangi, netral, atau justru tidak sedap.
Makanan yang Paling Memicu Perubahan Bau Tubuh
- Sayuran Cruciferous (Brokoli, Kubis, Kembang Kol, Brussel Sprouts)
Kelompok sayuran ini mengandung senyawa sulfur dalam jumlah tinggi. Ketika dicerna, sulfur akan menghasilkan aroma tajam yang bisa tercium dari napas dan keringat.
“Sayuran cruciferous sangat kaya akan senyawa sulfur yang dapat memengaruhi bau tubuh,” jelas ahli gizi Kerry Beeson.
- Bawang Putih & Kelompok Allium
Bawang putih terkenal membuat napas berbau kuat. Namun menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih justru meningkatkan daya tarik aroma keringat pada pria.
Menurut peneliti Jan Havlíček, kandungan antioksidan dan antimikroba alaminya dapat membuat aroma keringat terasa lebih “bersih” dan menyenangkan bagi sebagian perempuan.
- Asparagus
Asparagus mengandung asparagusic acid, senyawa sulfur yang mudah menguap dan dapat mengubah aroma urine serta keringat dalam waktu sekitar lima jam setelah dikonsumsi.
Yang unik, tidak semua orang dapat mencium bau khas asparagus ini—kemampuan mendeteksinya dipengaruhi oleh faktor genetik.
- Pola Makan Buah & Sayur vs. Tinggi Karbohidrat
Sebuah penelitian di Australia tahun 2017 menemukan bahwa pria yang banyak mengonsumsi buah dan sayur memiliki aroma keringat yang lebih menyenangkan—digambarkan seperti floral, fruity, dan sedikit manis.
Sebaliknya, pola makan tinggi karbohidrat justru membuat aroma keringat lebih berat dan kurang sedap.
- Daging dan Ikan
Makanan berprotein hewani cenderung menghasilkan aroma tubuh yang lebih kuat. Ketika dicerna, protein hewani menghasilkan senyawa yang kemudian berinteraksi dengan bakteri kulit.
“Daging dan ikan menghasilkan bau khas karena protein hewan yang dipecah dan berinteraksi dengan bakteri kulit,” tambah Kerry Beeson.
Beberapa jenis ikan juga mengandung trimethylamine, senyawa berbau tajam yang dapat memicu kondisi fish odor syndrome pada sebagian orang.
Penelitian Jan Havlíček pada 2006 menunjukkan bahwa pria yang berhenti makan daging selama dua minggu memiliki aroma tubuh yang lebih lembut dan lebih menyenangkan. Ia juga berpendapat bahwa konsumsi daging setiap hari sebenarnya tidak selaras dengan pola makan manusia secara evolusioner.
Aroma tubuh bukan hanya hasil dari kebersihan atau penggunaan parfum. Pola makan memiliki peran besar dalam membentuk aroma napas dan keringat seseorang. Dari sayuran sulfur, bawang, hingga kebiasaan makan daging—semua dapat mengubah bau tubuh dalam hitungan jam.
Memahami hubungan antara makanan dan aroma tubuh bisa membantu kamu memilih pola makan yang tidak hanya sehat, tetapi juga membuat tubuh terasa lebih segar. Jika tiba-tiba keringat atau napas berbau tidak biasa, mungkin jawabannya ada di menu makanmu hari ini.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















