
Sebelumnya, Pemkot Bogor melakukan evaluasi besar-besaran terhadap RSUD Kota Bogor setelah laporan pemeriksaan dari Inspektorat menunjukkan sejumlah persoalan manajemen. Sekda Kota Bogor bahkan telah memanggil jajaran RSUD lebih dari 10 kali untuk mengidentifikasi masalah secara detail.
Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD Kota Bogor dikabarkan mengalami kekurangan pendapatan hingga berdampak pada keterbatasan obat-obatan dan pelayanan. Kondisi itu membuat Inspektorat turun langsung melakukan pemeriksaan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa RSUD membutuhkan intervensi anggaran, tetapi hal itu harus melalui kajian menyeluruh.
“Yang terjadi bukan kerugian, tapi kekurangan pendapatan. Itu harus dipetakan dulu penyebabnya, baru subsidi bisa diberikan,” jelas Jenal.
Ia menegaskan, sebagai rumah sakit rujukan regional yang menerima pasien dari berbagai wilayah, perbaikan manajemen RSUD harus dilakukan dengan cepat dan tepat. “Kami tidak bicara nominal dulu, penyakitnya yang harus kita obati,” ujarnya.
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, menambahkan bahwa Pemkot Bogor terus berkoordinasi dengan manajemen RSUD untuk memastikan pemulihan layanan pada tahun 2026.
“Mudah-mudahan sisa tahun ini bisa diantisipasi. Pelayanan harus tetap meningkat, termasuk ketersediaan obat dan alat kesehatan,” kata Denny.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














