Direktur RSUD Kota Bogor Resmi Mundur

RSUD Kota Bogor
Foto: Tim Taskforce Kemenkes kunjungan RSUD Kota Bogor.

BOGORTODAY.COM – Di tengah proses evaluasi menyeluruh terhadap RSUD Kota Bogor pasca terbitnya hasil pemeriksaan Inspektorat, Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, resmi mengundurkan diri dari jabatan strukturalnya.

Ia memilih kembali menjadi pejabat fungsional dan sekaligus mengajukan pensiun dini.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Bogor. Keputusan tersebut telah disetujui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Surat Plt dari BKN sudah terbit. dr. Ilham mengundurkan diri dari jabatan struktural menjadi fungsional,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, Senin (17/11/2025).

Denny menyebutkan, masa tugas Plt Direktur RSUD Kota Bogor efektif mulai Jumat (14/11/2025). Saat ini, proses penunjukan direktur definitif tengah diajukan ke BKN bersamaan dengan rotasi dan promosi jabatan eselon II.

BACA JUGA :  Cegah Longsor di Trase Baru Batutulis, Wali Kota Bogor Siapkan Skema Penanaman Pohon Penahan Tebing

Terkait alasan pengunduran diri, Denny menyampaikan bahwa dr. Ilham ingin fokus merawat orang tuanya. “Alasannya ingin mengurus orang tua dan agar bebannya tidak terlalu berat,” ujarnya.

Dengan menjadi fungsional di Dinas Kesehatan, dr. Ilham akan kembali menjalankan tugas sebagai dokter dan berpotensi ditempatkan di Puskesmas. Ia juga mengajukan pensiun dini. “Fungsional berarti menjadi dokter. Dan beliau juga mengajukan pensiun dini,” kata Denny.

Sebelumnya, Pemkot Bogor melakukan evaluasi besar-besaran terhadap RSUD Kota Bogor setelah laporan pemeriksaan dari Inspektorat menunjukkan sejumlah persoalan manajemen. Sekda Kota Bogor bahkan telah memanggil jajaran RSUD lebih dari 10 kali untuk mengidentifikasi masalah secara detail.

Dalam beberapa waktu terakhir, RSUD Kota Bogor dikabarkan mengalami kekurangan pendapatan hingga berdampak pada keterbatasan obat-obatan dan pelayanan. Kondisi itu membuat Inspektorat turun langsung melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa RSUD membutuhkan intervensi anggaran, tetapi hal itu harus melalui kajian menyeluruh.

“Yang terjadi bukan kerugian, tapi kekurangan pendapatan. Itu harus dipetakan dulu penyebabnya, baru subsidi bisa diberikan,” jelas Jenal.

Ia menegaskan, sebagai rumah sakit rujukan regional yang menerima pasien dari berbagai wilayah, perbaikan manajemen RSUD harus dilakukan dengan cepat dan tepat. “Kami tidak bicara nominal dulu, penyakitnya yang harus kita obati,” ujarnya.

Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, menambahkan bahwa Pemkot Bogor terus berkoordinasi dengan manajemen RSUD untuk memastikan pemulihan layanan pada tahun 2026.

“Mudah-mudahan sisa tahun ini bisa diantisipasi. Pelayanan harus tetap meningkat, termasuk ketersediaan obat dan alat kesehatan,” kata Denny.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================