Perusahaan AS Kembangkan ‘Capture Bag’, Kantong Raksasa untuk Menangkap Asteroid dan Sampah Antariksa

Capture Bag
Perusahaan AS Kembangkan ‘Capture Bag’, Kantong Raksasa untuk Menangkap Asteroid dan Sampah Antariksa. (Foto: TransAstra)

BOGORTODAY.COM – Sebuah perusahaan teknologi antariksa asal California, Amerika Serikat, tengah mengembangkan perangkat futuristik yang dapat mengubah masa depan eksplorasi luar angkasa: Capture Bag, kantong tiup raksasa yang dirancang untuk menangkap asteroid hingga membersihkan sampah antariksa.

Teknologi ini menjadi langkah penting dalam ambisi mereka melakukan penambangan asteroid, sebuah bidang yang digadang-gadang sebagai industri bernilai triliunan dolar.

Perangkat ini dibuat oleh TransAstra, perusahaan yang fokus pada teknologi penangkapan dan pengolahan sumber daya di angkasa. Capture Bag dirancang dalam berbagai ukuran, mulai dari kantong mikro seukuran cangkir kopi hingga versi super jumbo yang bisa menelan bongkahan asteroid sebesar rumah.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Empat Tantangan Besar Penambangan Asteroid

Pendiri TransAstra, Joel Sercel, menyebut penambangan asteroid sebagai pekerjaan berisiko tinggi dan sangat menantang.

“Untuk bisa menambang asteroid, ada empat masalah besar: menemukan objeknya, menangkapnya, memindahkannya ke lokasi aman, lalu memproses mineralnya,” kata Sercel, dilansir CNN, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, TransAstra kini telah memiliki solusi teknologi untuk keempat tahapan tersebut, didukung oleh sekitar 21 paten yang berkaitan dengan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya antariksa.

Berbekal pendanaan dari NASA dan sejumlah investor swasta, perusahaan itu kini bersiap membuat versi Capture Bag yang lebih besar dan lebih fungsional.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Investasi Besar, Ambisi Lebih Besar

Hingga saat ini, TransAstra telah mengantongi pendanaan sekitar US$12 juta (Rp200 miliar) dari investor, serta US$15 juta (Rp250 miliar) dari berbagai kontrak dan hibah, termasuk dari NASA dan US Space Force.

Dengan modal itu, TransAstra menargetkan misi penangkapan asteroid pertama pada 2028.

“Kami tahu di mana mencari asteroid yang layak ditambang, terutama yang orbitnya mirip dengan orbit Bumi. Mereka melintas perlahan, berjarak hanya beberapa miliar kilometer,” jelas Sercel.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================