Prabowo: Sains dan Teknologi Adalah Kunci Kebangkitan Bangsa

Prabowo
Prabowo: Sains dan Teknologi Adalah Kunci Kebangkitan Bangsa. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguasaan sains dan teknologi bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kemampuan mengelola kekayaan alam melalui ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).

“Pendidikan dan teknologi, ilmu pengetahuan adalah kunci keberhasilan, adalah kunci kemampuan. Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa,” ujar Prabowo.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Dokter dan Insinyur

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia yang memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, tanpa sumber daya manusia (SDM) yang kuat, potensi tersebut sulit dioptimalkan.

Prabowo menyoroti masih kurangnya jumlah dokter, dokter gigi, insinyur, hingga ilmuwan yang mampu mengelola sumber daya nasional secara mandiri.

“Kita butuh dokter yang banyak, dokter gigi yang banyak, insinyur-insinyur yang banyak, ilmuwan-ilmuwan yang banyak, supaya kita bisa kelola kekayaan kita,” tegasnya.

BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh terus berada dalam kondisi di mana hanya segelintir orang—terutama yang tidak mencintai tanah air—yang menikmati manfaat kekayaan Indonesia.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru

Selain menyiapkan SDM masa depan, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Ia menilai masih banyak mata pelajaran yang membutuhkan peningkatan kompetensi guru, terutama bidang bahasa asing, matematika, dan sains.

“Kita tahu guru-guru perlu ditatar, dan kita tahu ada beberapa mata pelajaran di mana guru-guru kita kurang kompetensinya seperti bahasa Inggris, matematika, biologi, kimia, fisika,” jelasnya.

288 Ribu Interactive Flat Panel (IFP) untuk Sekolah

Untuk mendorong kualitas pembelajaran, pemerintah meluncurkan distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pada 2025, Prabowo menargetkan 288.865 unit IFP dapat diterima sekolah dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Prabowo menyebut distribusi ini sebagai langkah besar untuk meningkatkan kreativitas guru dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif serta menyenangkan bagi siswa.

Ia juga memastikan bahwa meski ada sekitar 240 sekolah yang berada di daerah pegunungan terpencil, pemerintah akan tetap mengupayakan distribusi dengan bantuan TNI dan Polri.

“Semua sekolah akan mendapat. Bahkan yang paling terluar dan tertinggal,” tegas Presiden.

IFP yang dibagikan juga dilengkapi fitur ramah disabilitas dan dapat digunakan oleh berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan Indonesia melalui penguasaan sains, teknologi, dan peningkatan kualitas guru. Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting menuju kebangkitan bangsa dan kemandirian dalam mengelola kekayaan alam Indonesia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================