Dari Tumpukan Botol hingga Omzet Miliaran: Mengintip Koperasi Pemulung Berdaya di Cipeucang

Pemulung
Dari Tumpukan Botol hingga Omzet Miliaran: Mengintip Koperasi Pemulung Berdaya di Cipeucang. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM – Karung-karung besar berisi botol plastik tampak bertumpuk di sebidang tanah tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten.

Di balik pemandangan yang tampak semrawut itu, ada sebuah kisah pemberdayaan dan ekonomi hijau yang jarang tersorot: Koperasi Pemulung Berdaya, atau dikenal sebagai Recycle Business Unit (RBU).

Di tempat inilah ribuan kilogram sampah botol plastik diolah setiap hari, berubah dari limbah tak bernilai menjadi sumber penghidupan yang menghasilkan omzet hingga Rp 1,2 miliar per bulan.

Jejak Menuju Koperasi: Lorong Sempit di Antara Gunungan Botol

Koperasi ini berada di Jalan Cipeucang Raya, berdempetan dengan TPA dan rumah warga. Dari kejauhan, keberadaannya mudah dikenali: tumpukan karung botol plastik menjulang tinggi, seolah menjadi “gapura” menuju sebuah ekosistem pengolahan sampah yang hidup.

BACA JUGA :  DPRD Jabar Soroti Polemik Lahan Gunung Salak, Makelar Tanah dan Villa Liar Jadi Sasaran Penertiban

Namun memasuki halaman koperasi bukan perkara mudah. Akses jalannya sempit, terhalang tumpukan botol yang menutupi hampir seluruh sisi. Ada botol yang sudah dipres menjadi bal, ada pula yang masih berbentuk pipih dan dikemas dalam karung-karung besar.

Beberapa meter masuk ke dalam, pengunjung akan menemukan semacam persimpangan yang dibentuk oleh lorong botol plastik. Satu jalur menuju kantor koperasi, lainnya menuju area pemilahan dan pengolahan.

Aktivitas Padat: Ibu-Ibu Pengupas Label, Pekerja Penyortir, hingga Operator Mesin

Di depan kantor koperasi, sejumlah ibu-ibu paruh baya—yang juga merangkap pengurus RBU—tampak sibuk mengupas label botol sambil bercakap-cakap ringan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Raihan WTP Dua Kali Berturut-turut

Tak jauh dari mereka, beberapa perempuan muda bekerja di dekat mesin conveyor sederhana, menyortir botol berdasarkan warna: bening, biru, hijau, dan lainnya.

Para lelaki, baik yang muda maupun berusia lebih matang, tampak bergerak cepat memindahkan tumpukan botol seberat puluhan kilogram. Mereka membawa botol dari satu tahap pengolahan ke tahap berikutnya, menjaga alur produksi tetap berjalan.

Di antara bangunan kantor dan area pilah, sebuah mesin pres berdiri di tengah tumpukan sampah plastik. Mesin ini mengubah botol-botol tersebut menjadi bal pres, komoditas plastik daur ulang yang memiliki nilai jual tinggi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================