
Agar kualitas tetap terjaga, konsumsi telur segera setelah dimasak dan simpan di suhu kulkas yang sesuai, bukan freezer.
- Sayuran Tinggi Kadar Air
Sayuran seperti mentimun, selada, dan sayuran berdaun tinggi air lainnya akan menjadi lembek dan berair setelah dibekukan dan dicairkan. Kesegaran dan kerenyahannya hilang sama sekali.
Sayuran bertepung—seperti kentang dan ubi jalar—juga tidak ramah freezer. Setelah dicairkan, teksturnya berubah, rasanya hambar, dan mudah hancur.
Sup atau pure sayuran cenderung aman dibekukan, tetapi stew dengan potongan kentang biasanya rusak teksturnya setelah dicairkan.
- Yogurt dan Krim
Yogurt sebenarnya bisa dibekukan, tetapi saat dicairkan, teksturnya akan terpisah menjadi air dan gumpalan. Masih oke digunakan sebagai bahan smoothies, tetapi tidak enak jika dimakan langsung.
Krim pun mengalami hal yang sama. Saat dibekukan, krim menjadi kasar dan berbutir, sehingga tidak bisa dikocok untuk membuat whipped cream atau dessert lembut lainnya.
- Keju Lunak
Keju keras seperti cheddar biasanya aman dibekukan hingga dua bulan. Namun keju lunak—cream cheese, feta, cottage cheese—tidak tahan freezer.
Setelah dicairkan, keju lunak akan menyerap air, menjadi cair, dan kehilangan tekstur aslinya. Kendati demikian, saus berbahan keju justru aman dibekukan dan bahkan bisa menjadi lebih kental setelah dicairkan.
Menyimpan makanan di freezer memang praktis, tetapi tidak bisa diterapkan untuk semua makanan. Dengan mengetahui mana saja yang tidak cocok dibekukan, Anda bisa menjaga kualitas makanan tetap optimal dan menghindari pemborosan.
Semoga bermanfaat!
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















