Bahaya Menelan Telur Lalat bagi Kesehatan, Apa Saja Risikonya?

Lalat
Ilustrasi Makanan Berlalat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Lalat yang hinggap di makanan bukan hanya membawa kuman, tetapi juga dapat meninggalkan telurnya.

Telur-telur ini sangat kecil sehingga kerap tak terlihat dan bisa ikut tertelan tanpa sengaja saat kita makan.

Kondisi ini tentu bukan hal yang baik bagi kesehatan, apalagi jika makanan tidak disimpan dengan benar.

Lantas, seberapa berbahayakah jika kita tidak sengaja memakan telur lalat?

Dari Mana Telur Lalat Berasal?

Menurut Medical News Today, lalat betina dewasa dapat bertelur hingga 130 butir sekaligus. Telur tersebut biasanya diletakkan pada bahan organik yang membusuk seperti:

  • Makanan basi
  • Sampah dapur
  • Bangkai hewan
  • Kotoran hewan

Bentuk telur lalat berwarna putih, sangat kecil (sekitar 1–2 mm), dan sering terkumpul dalam satu klaster. Inilah sebabnya telur lalat sulit dikenali dan bisa ikut termakan tanpa disadari.

Apakah Berbahaya Jika Tidak Sengaja Menelan Telur Lalat?

Secara umum, makan telur lalat tidak terlalu berbahaya. Tubuh memiliki mekanisme pertahanan alami:

  • Asam lambung (asam klorida) biasanya dapat menghancurkan dan mencerna telur lalat.
  • Sebagian besar telur tidak akan sempat menetas menjadi larva.

Namun, kondisi ini tidak selalu aman 100 persen. Ada beberapa faktor yang bisa membuat telur atau larva lalat bertahan hidup, misalnya:

  • Jumlah telur yang sangat banyak
  • Spesies lalat tertentu yang telurnya lebih tahan asam lambung
  • Makanan yang sudah terkontaminasi larva (ulat) yang telah menetas sebelumnya
BACA JUGA :  Blueberry dan Kesehatan Tulang: Benarkah Dapat Membantu Mencegah Osteoporosis?

Jika larva tersebut masuk ke tubuh, beberapa risiko kesehatan dapat terjadi.

Bahaya Kesehatan jika Menelan Telur atau Larva Lalat

  1. Myiasis

Mengutip Healthline, myiasis adalah kondisi ketika larva lalat hidup dan berkembang di jaringan tubuh manusia. Infeksi ini lebih sering terjadi di daerah tropis dan lembap.

Myiasis dapat terjadi di:

  • Kulit
  • Rongga mulut (terutama pada orang dengan kebersihan mulut buruk)
  • Saluran pencernaan

Jika larva bertahan di saluran cerna, ia bisa menyebabkan iritasi hingga kerusakan jaringan serius dan memerlukan perawatan medis segera.

  1. Keracunan Salmonella

Lalat dikenal sebagai pembawa berbagai bakteri, termasuk Salmonella, penyebab keracunan makanan.

Jika larva atau telur lalat yang terkontaminasi Salmonella tertelan, gejalanya dapat meliputi:

  • Kram perut
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Demam

Gejala muncul dalam 12–72 jam setelah infeksi dan biasanya berlangsung 4–7 hari. Pada kasus berat, muntah dan diare berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi parah.

  1. Keracunan E. coli

Selain Salmonella, lalat juga dapat membawa bakteri Escherichia coli (E. coli). Beberapa strain E. coli berbahaya dan bisa menimbulkan:

  • Kram perut hebat
  • Diare (kadang berdarah)
  • Muntah
  • Demam ringan
BACA JUGA :  Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Protein untuk Menjaga Energi dan Massa Otot

Gejalanya muncul dalam 1–10 hari setelah paparan. Infeksi E. coli dapat ringan hingga berat, bahkan berpotensi mengancam nyawa.

  1. Reaksi alergi

Pada sejumlah orang, paparan larva lalat dapat menyebabkan:

  • Reaksi alergi
  • Gejala mirip asma
  • Dermatitis kontak bila terjadi kontak kulit langsung

Ada kemungkinan konsumsi larva dalam makanan memicu reaksi alergi pada orang tertentu, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Cara Mencegah Kontaminasi Telur Lalat pada Makanan

Menghindari kontaminasi jauh lebih baik daripada mengatasi dampaknya. Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Tutup makanan rapat, terutama saat berada di luar ruangan.
  • Simpan makanan di kulkas jika tidak langsung dimakan.
  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Bersihkan dapur dan tempat sampah secara rutin.
  • Buang makanan yang terlihat mencurigakan atau berubah tekstur dan aromanya.

Menelan telur lalat umumnya tidak langsung berbahaya karena asam lambung dapat menghancurkannya. Namun, risikonya meningkat jika:

  • Telur sudah menetas menjadi larva
  • Larva berasal dari spesies yang lebih tahan
  • Larva membawa bakteri berbahaya

Dampaknya dapat berupa myiasis, keracunan bakteri, hingga reaksi alergi. Karena itu, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan tetap menjadi langkah utama untuk mencegah masalah kesehatan akibat telur lalat.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================