Prinsip Bisnis Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

Bisnis
Farrel Omar Kadarsyah (Mahasiswa Tazkia - STMIK Dramaga Bogor)

Oleh : Farrel Omar Kadarsyah (Mahasiswa Tazkia – STMIK Dramaga Bogor)

MUHAMMAD SAW adalah seorang pedagang yang sukses di Mekkah sebelum menjadi nabi. Pelajaran bisnisnya yang penuh etika, kejujuran, dan keadilan berasal dari pengalaman ini. Berdasarkan hadis dan sirah nabawiyah, beliau mengajarkan beberapa prinsip bisnis utama.

Kejujuran dan Integritas:

Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang sukses di Mekkah sebelum menjadi nabi. Pelajaran bisnisnya yang penuh etika, kejujuran, dan keadilan berasal dari pengalaman ini. Berdasarkan hadis dan sirah nabawiyah, beliau mengajarkan beberapa prinsip bisnis utama.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Menahan Riba (Bunga)

Islam melarang riba karena dianggap sebagai eksploitasi. Rasulullah melarang semua jenis transaksi bunga, seperti pinjaman dengan bunga tambahan. Bisnis yang adil, seperti kemitraan atau jual beli.

Etika dalam Perdagangan:

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Dia mendorong perdagangan halal dan menghindari barang haram seperti narkoba dan minuman keras. Rasulullah juga menekankan pentingnya perjanjian yang jelas dan ridha satu sama lain. Sebagai contoh, dia pernah membeli unta dari teman dekatnya dengan harga yang wajar.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================