Golongan Darah Emas: Langka, Penting, dan Kini Sedang Dicoba Dibuat di Laboratorium

Golongan Darah
Ilustrasi Darah. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Di antara berbagai golongan darah yang dikenal masyarakat, ada satu tipe yang begitu langka hingga dijuluki golden blood atau golongan darah emas.

Jumlah pemilik golongan darah ini diperkirakan tak lebih dari 50 orang di seluruh dunia, menjadikannya salah satu fenomena medis paling unik sekaligus penting.

Golongan darah emas merujuk pada Rh-null, yaitu tipe darah yang sama sekali tidak memiliki antigen Rhesus (Rh) di permukaan sel darah merah.

Kelangkaan inilah yang membuat ilmuwan terus berupaya mengembangkan versi laboratoriumnya untuk membantu pasien dengan kondisi serupa.

Apa Itu Golongan Darah Emas?

Rh-null terbentuk akibat mutasi genetik sangat langka. Biasanya, sel darah merah memiliki lebih dari 60 jenis antigen Rh. Namun pada Rh-null, seluruh antigen Rh absen.

Untuk memahami kelangkaan ini, perlu diketahui bahwa golongan darah ditentukan oleh keberadaan antigen, yaitu protein atau gula pada permukaan sel darah merah yang dikenali oleh sistem imun.

Pada Rh-null:

  • Semua antigen sistem Rh tidak ada
  • Tidak ada “penanda” yang bisa memicu reaksi imun pada penerima darah
  • Itulah sebabnya darah ini sangat kompatibel sebagai donor bagi banyak tipe darah lain yang membutuhkan transfusi bebas antigen Rh

Meski begitu, ilmuwan dari Cleveland Clinic menegaskan bahwa istilah golden blood hanya merujuk pada kelangkaannya, bukan berarti lebih baik atau lebih sehat dibanding tipe darah lain.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

Bagaimana dengan Donor dan Transfusi Rh-null?

Dalam sistem Rh, pemilik Rh-null dianggap sebagai donor universal, karena darah mereka bisa diberikan kepada siapa pun yang memerlukan transfusi bebas antigen Rh. Namun, situasinya berbalik ketika mereka sendiri membutuhkan darah:
Pemilik Rh-null hanya bisa menerima darah dari sesama Rh-null.

Untuk perbandingan:

  • Negatif sering disebut donor universal
  • Tapi O Negatif tetap memiliki antigen Rh lainnya
  • Karena itu, O Negatif tidak cocok untuk penerima Rh-null

“Inilah yang membuat transfusi bagi pemilik Rh-null sangat berisiko,” jelas Ash Toye, profesor biologi sel dari University of Bristol. Jika Rh-null menerima darah dengan antigen berbeda, tubuh akan membentuk antibodi yang menyerang sel donor, sehingga transfusi berikutnya bisa mengancam nyawa.

Upaya Ilmuwan Menciptakan Darah Emas di Laboratorium

Karena sangat langka dan sulit didapat, ilmuwan di berbagai negara kini berusaha memproduksi Rh-null secara buatan.
Menurut laporan BBC, beberapa pendekatan sedang dilakukan:

  1. Menumbuhkan Sel Darah Merah dari Sel Punca

Peneliti mencoba menumbuhkan sel darah merah tidak berantigen dari sel punca (stem cell) yang diprogram ulang. Sel punca ini diharapkan bisa berkembang menjadi sel darah merah Rh-null.

  1. Menghapus Antigen Rh dengan Teknologi Genetika

Para ilmuwan juga mengeksplorasi teknologi gene editing, termasuk CRISPR-Cas9, untuk menghilangkan antigen Rh dari darah biasa.

Pada tahun 2018, Ash Toye berhasil menciptakan sel darah Rh-null menggunakan CRISPR. Namun teknologi itu masih berada dalam pengawasan regulasi yang ketat sehingga belum bisa diterapkan langsung pada tubuh manusia.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Saat ini, Toye dan timnya sedang mengerjakan proyek RESTORE, studi pertama yang menguji efektivitas sel darah merah hasil kultur laboratorium dalam transfusi pada manusia. Menariknya, sel darah ini dibuat dari sel punca donor—bukan berasal dari darah yang diambil langsung dari tubuh pasien.

Harapan Baru bagi Pasien Golongan Darah Langka

Jika penelitian ini berhasil, darah hasil kultur laboratorium bisa menjadi penyelamat bagi pasien dengan golongan darah ultra langka seperti Rh-null. Stok transfusi dapat diperbanyak tanpa harus bergantung pada sedikitnya jumlah pendonor alami.

“Untuk saat ini, mengambil darah donor masih jauh lebih efisien dan murah,” kata Toye.
“Tapi bagi mereka yang jumlah pendonornya sangat sedikit, kemampuan menumbuhkan darah akan jadi terobosan besar.”

Masa Depan Transfusi Darah

Golongan darah emas mungkin hanya dimiliki segelintir orang, tetapi dampaknya bagi dunia medis sangat besar. Rh-null dapat membantu menyelamatkan pasien yang membutuhkan kompatibilitas khusus, dan riset laboratorium membuka peluang untuk menyediakan darah langka secara aman dan berkelanjutan.

Jika upaya ini berhasil, masa depan transfusi bagi pasien dengan golongan darah langka akan menjadi jauh lebih aman, terjamin, dan tidak lagi bergantung pada segelintir pendonor di seluruh dunia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================