
Menurut dia, kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai rata-rata Rp 22,8 triliun per tahun, sementara pemerintah hanya menganggarkan Rp 3–10 triliun per tahun, dengan dana cadangan Rp 3–5 triliun. Kondisi ini membuat penanganan bencana perlu dilakukan secara lebih komprehensif.
Zaenal menuturkan wilayah Indonesia sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Ia meminta masyarakat turut aktif melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko.
“Negara kita sangat rawan terhadap bencana, dari Sabang sampai Merauke tidak ada sejengkal wilayah yang benar-benar aman,” kata dia.
BNPB mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama memasuki puncak musim hujan di sejumlah daerah.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














