6 Kesalahan Pakai Vacuum Cleaner yang Bikin Cepat Rusak, Banyak Orang Tanpa Sadar Melakukannya

BOGORTODAY.COM – Di era serba canggih seperti sekarang, peralatan rumah tangga semakin memudahkan pekerjaan, termasuk dalam urusan bersih-bersih.

Salah satunya adalah vacuum cleaner, alat penyedot debu yang mampu membersihkan kotoran halus hingga cairan tanpa meninggalkan bekas.

Meski teknologinya semakin maju, masih banyak orang yang belum memahami cara penggunaannya dengan benar. Akibatnya, rumah bukan makin bersih, justru vacuum cleaner lebih cepat rusak.

Dilansir dari Homes & Gardens, berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat memakai vacuum cleaner—dan sebaiknya segera dihindari.

  1. Menggunakan Jenis Vacuum Cleaner yang Tidak Sesuai

Tidak semua vacuum cleaner memiliki fungsi yang sama. Ada yang khusus untuk debu kering, ada pula yang bisa menangani debu sekaligus cairan. Memilih alat yang tidak sesuai kebutuhan bisa membuat pembersihan tidak maksimal dan memperpendek usia vacuum.

James Higgins, Manager di Online Carpets, menjelaskan bahwa:

“Penyedot debu tegak paling baik untuk karpet karena lebih kuat. Untuk karpet atau permadani tebal, pilih vacuum yang mampu masuk ke dalam serat-serat tersebut.”

Memastikan jenis vacuum sesuai area rumah adalah langkah penting sebelum membeli.

  1. Salah Memasang Nozzle atau Alat Tambahan
BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Vacuum cleaner biasanya dilengkapi berbagai aksesori seperti nozzle atau kepala penyedot dengan bentuk berbeda-beda. Kesalahan memasang alat tambahan dapat membuat pembersihan tidak optimal dan berisiko merusak furnitur.

Semakin kecil lubang atau semakin rapat penghalangnya, semakin halus kotoran yang dapat tersedot. Pastikan Anda menggunakan nozzle sesuai kebutuhan area yang dibersihkan.

  1. Mengoperasikan Vacuum Cleaner Terlalu Cepat

Banyak orang mengira vacuum bekerja lebih efektif jika digerakkan cepat. Padahal, prinsipnya sama seperti menyapu: lakukan perlahan dan stabil agar kotoran benar-benar terangkat.

Vanessa Bossart, CEO Sparkling Clean Pro, menegaskan:

“Pertahankan kecepatan yang lambat namun stabil agar alat dapat mengangkat semua kotoran, terutama pada karpet.”

Gerakan yang terburu-buru justru melewatkan banyak debu halus.

  1. Menyedot Kotoran Berukuran Besar

Vacuum cleaner dibuat hanya untuk kotoran kecil seperti debu, pasir, atau serpihan ringan. Menyedot benda keras seperti batu kecil atau serpihan besar bisa merusak komponen di dalam mesin.

David Bringer, CEO Bringer Appliance Repair, mengingatkan:

“Mengambil benda keras sebelum menyedot debu sangat penting. Pada lantai kayu, sebaiknya sapu dulu untuk mencegah kerusakan vacuum.”

  1. Tidak Mengosongkan Kantong atau Tabung Debu
BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

Tabung atau kantong debu yang terlalu penuh membuat sirkulasi udara terhambat. Akibatnya, daya hisap melemah dan mesin bisa cepat panas.

James King dari Deluxe Maid menjelaskan:

“Jika kantong terlalu penuh, daya hisap menurun dan vacuum dapat menjadi terlalu panas, memperpendek masa pakainya.”

Idealnya, kosongkan tabung ketika sudah terisi setengah untuk menjaga performa.

  1. Jarang Membersihkan Vacuum Cleaner Itu Sendiri

Seperti halnya perangkat lain, vacuum cleaner juga perlu dirawat. Mulai dari filter, sikat, hingga selangnya harus dibersihkan secara berkala.

Menurut Diana Ciechorska dari Park Slope Cleaning:

“Bersihkan filter atau ganti sesuai manual, periksa apakah ada yang menyumbat selang atau sikat. Pembersihan rutin membuat vacuum tetap bekerja optimal.”

Debu yang menumpuk di alat justru membuat proses pembersihan tidak efektif.

Itulah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan saat memakai vacuum cleaner. Dengan memahami cara penggunaannya yang tepat, Anda bisa menjaga peralatan tetap awet, performanya optimal, dan rumah pun lebih bersih. Semoga bermanfaat!

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================