
Adapun untuk proyek Jalan Saleh Dasa Sasmita, Lia menyebut anggaran diharapkan berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat sehingga proses lelang akan dilakukan oleh pemerintah provinsi.
Selain itu, Pemkot juga menyiapkan paket pembangunan ruang kelas baru, revitalisasi sekolah, serta berbagai proyek pendidikan lainnya. Untuk sektor kesehatan, tidak ada pembangunan gedung besar yang direncanakan pada 2026.
Lia menjelaskan bahwa porsi tender biasanya hanya mencakup sekitar 10 persen dari total pengadaan. Karena itu, Pemkot menargetkan peningkatan e-processing hingga 30 persen, terutama untuk pengadaan obat dan barang habis pakai. Pada 2025, realisasinya baru mencapai 24 persen.
Penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga menjadi prioritas agar UMKM lokal semakin kompetitif dan tidak tersisih produk impor. Di sisi lain, Pemkot menyiapkan skema mini kompetisi dalam e-procurement guna mendorong efisiensi harga. “Dengan mini kompetisi, penyedia bersaing menawarkan harga terbaik,” ujarnya.
Mulai 2026, pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan kertas akan dikonsolidasikan melalui BPJ guna menyeragamkan harga. Penyedia dengan penawaran paling efisien akan ditetapkan melalui evaluasi sebelum pengadaan dilanjutkan di masing-masing dinas.
“Harga akan diseragamkan agar efisien. Penyedia bisa banyak, tapi harga tetap terstandardisasi,” pungkas Lia.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















