Sassi di Matera: Dari Kota Paling Memalukan di Italia Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Dengan bantuan dana Marshall Plan pascaperang, pemerintah mulai mengevakuasi penduduk Sassi ke rumah baru di pinggiran kota.

Namun, banyak yang tidak betah karena kehilangan hewan peliharaan, gaya hidup komunal, dan rasa kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka.

Sassi pun terbengkalai dan berada di ambang kehancuran.

Kompetisi ide diadakan untuk menentukan masa depan kawasan itu. Banyak mantan penduduk menginginkan pembongkaran total. Namun, generasi muda melihat potensi estetika dan sejarahnya.

Pada 1986, undang-undang baru disahkan untuk merestorasi kawasan tersebut dan memindahkan sebagian penduduk kembali.

Meski sebagian besar menolak karena minimnya layanan dasar, perlahan Sassi mulai bangkit.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Pemerintah kemudian menyubsidi restorasi, memancing masuknya para pengrajin, seniman, restoran, hingga hotel butik.

Pada 1993, UNESCO secara resmi menetapkan Sassi di Matera sebagai situs warisan dunia. UNESCO menyebutnya sebagai:

“Contoh paling menonjol dan utuh dari permukiman troglodyte di wilayah Mediterania yang beradaptasi sempurna dengan medan dan ekosistemnya.”

Dengan luas 1.016 hektare, Matera menjadi bukti hunian manusia berkelanjutan sejak zaman Paleolitikum hingga sekarang.

Rumah-rumah di Sassi terbentuk dari gua-gua sederhana dengan dinding blok batu yang mengelilingi dua distrik utamanya:

•Sasso Caveoso, dan

•Sasso Barisano.

Pariwisata di Matera kemudian melonjak pesat—terutama setelah kota ini dinobatkan sebagai Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2019.

BACA JUGA :  Oppo dan Vivo Dikabarkan Siapkan Kamera Vlogging Premium, Siap Tantang Dominasi DJI

Hotel-hotel bergaya gua, restoran elegan, dan galeri seni kini menjamur di setiap sudut distrik bersejarah itu.

Kisah Matera adalah metamorfosis luar biasa dari kemiskinan ekstrem menjadi kebanggaan budaya dunia.

Dari kota yang pernah dianggap aib nasional, kini Matera menjadi destinasi wisata internasional yang melestarikan sejarah ribuan tahun, arsitektur unik, dan identitas masyarakatnya.

Sassi di Matera membuktikan bahwa sejarah kelam sekalipun dapat berubah menjadi warisan berharga ketika dipelihara dan dihargai oleh generasi baru.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================