
Sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, ia hanya menyetujui satu paket penjualan senjata baru ke Taiwan, yakni paket senilai US$330 juta untuk jet tempur dan suku cadang pesawat yang diumumkan awal bulan ini.
Meski demikian, Lai tetap menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan keamanan yang ditempuh pemerintahan Trump.
“Kami bersyukur Presiden Donald Trump telah menegaskan pentingnya kepemimpinan Amerika di seluruh dunia. Komunitas internasional kini lebih aman berkat upaya pemerintahan Trump untuk mencapai perdamaian melalui kekuatan,” tulisnya.
Memanasnya Hubungan China–Jepang
Rencana Taiwan meningkatkan anggaran militer ini muncul ketika ketegangan antara Tokyo dan Beijing makin meruncing. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap Taiwan bisa menjadi dasar bagi Jepang untuk mengerahkan pasukan berdasarkan konsep pertahanan kolektif.
Pernyataan tersebut langsung mengundang reaksi keras dari China, yang mendesak Tokyo untuk menarik ucapan tersebut.
Namun Takaichi menolak, membuat hubungan China–Jepang semakin tegang.
Isyarat Keseriusan Taiwan Hadapi Ancaman Regional
Peningkatan anggaran hingga menyentuh US$40 miliar menunjukkan bahwa Taiwan bersiap menghadapi dinamika keamanan kawasan yang terus berubah.
Dengan memodernisasi militernya dan memperdalam kerja sama strategis dengan Amerika Serikat, Taipei berupaya menciptakan efek gentar bagi Beijing sekaligus menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Langkah ini sekaligus menandai salah satu investasi pertahanan terbesar dalam sejarah Taiwan, yang menggambarkan keseriusan negara itu dalam mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan yang meningkat dari China.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















