BOGORTODAY.COM – Presiden Taiwan Lai Ching-te mengumumkan rencana peningkatan besar anggaran militer Taiwan menjadi sekitar US$40 miliar atau setara Rp663 triliun.
Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur, terutama saat hubungan antara China dan Jepang terus memanas.
Dalam artikel opini yang ditulisnya untuk The Washington Post dan dirilis pada Selasa (25/11/2025), Lai menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan, termasuk memperbesar pembelian senjata dari Amerika Serikat.
Perkuat Pertahanan dan Kemampuan Asimetris
Lai menegaskan bahwa anggaran besar itu bukan hanya untuk pembelian persenjataan baru, tetapi juga untuk meningkatkan strategi dan kemampuan tempur yang bersifat asimetris—yakni metode pertahanan yang dirancang untuk menghadapi musuh dengan kekuatan militer jauh lebih besar.
“Paket penting ini tak hanya akan mendanai akuisisi senjata baru yang signifikan dari Amerika Serikat, tetapi juga sangat meningkatkan kemampuan asimetris Taiwan,” tulis Lai.
“Dengan melakukan hal ini, kami bertujuan memperkuat pencegahan dengan menambahkan biaya dan ketidakpastian yang lebih besar ke dalam pengambilan keputusan Beijing terkait penggunaan kekuatan.”
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah Taiwan mengusulkan belanja pertahanan sebesar NT$949,5 miliar.
Peningkatan ini membuat alokasi belanja militer Taiwan mencapai 3,32 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)—angka tertinggi sejak 2009 dan pertama kali melampaui ambang batas 3 persen dalam lebih dari satu dekade.
Sebelumnya, Lai pernah berharap agar belanja pertahanan Taiwan dapat mencapai 5 persen PDB pada 2030, namun realisasinya bergerak bertahap.
Relasi dengan Amerika Serikat di Bawah Kepemimpinan Trump
Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan berjalan lebih terbatas.
Sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, ia hanya menyetujui satu paket penjualan senjata baru ke Taiwan, yakni paket senilai US$330 juta untuk jet tempur dan suku cadang pesawat yang diumumkan awal bulan ini.
Meski demikian, Lai tetap menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan keamanan yang ditempuh pemerintahan Trump.
“Kami bersyukur Presiden Donald Trump telah menegaskan pentingnya kepemimpinan Amerika di seluruh dunia. Komunitas internasional kini lebih aman berkat upaya pemerintahan Trump untuk mencapai perdamaian melalui kekuatan,” tulisnya.
Memanasnya Hubungan China–Jepang
Rencana Taiwan meningkatkan anggaran militer ini muncul ketika ketegangan antara Tokyo dan Beijing makin meruncing. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebelumnya menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap Taiwan bisa menjadi dasar bagi Jepang untuk mengerahkan pasukan berdasarkan konsep pertahanan kolektif.
Pernyataan tersebut langsung mengundang reaksi keras dari China, yang mendesak Tokyo untuk menarik ucapan tersebut.
Namun Takaichi menolak, membuat hubungan China–Jepang semakin tegang.
Isyarat Keseriusan Taiwan Hadapi Ancaman Regional
Peningkatan anggaran hingga menyentuh US$40 miliar menunjukkan bahwa Taiwan bersiap menghadapi dinamika keamanan kawasan yang terus berubah.
Dengan memodernisasi militernya dan memperdalam kerja sama strategis dengan Amerika Serikat, Taipei berupaya menciptakan efek gentar bagi Beijing sekaligus menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Langkah ini sekaligus menandai salah satu investasi pertahanan terbesar dalam sejarah Taiwan, yang menggambarkan keseriusan negara itu dalam mempertahankan kedaulatan di tengah tekanan yang meningkat dari China.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















